Published On: Kam, Mar 19th, 2015

Industri Es Batu Tuban Bak Matahari Senjakala

Kata orang hidup itu seperti roda. Ada saatnya berjaya ada masanya terpuruk, ibarat roda itu sendiri yang kadang di atas, tapi terkadang berada di bawah. Ungkapan kehidupan itu pula yang saat ini dialami industri rumahan es balok di Kabupaten Tuban.

stressseputartuban.com-Tingginya permintaan es kristal saat ini memang terus naik menyaingi permintaan es balok, atau yang di Tuban popoler dengan sebutan es batu. Realita pasar inilah yang membuat terus anjloknya permintaan es batu beberapa tahun terakhir.

Melorotnya permintaan membuat banyak pabrik es batu di Kabupaten harus gulung tikar karena tergeser pangsa pasar es kristal. Kalau pun ada yang masih bertahan bisa dihitung dengan jari.

Situasi terpuruk industri rumahan hingga pabrikan es batu, kontradikitf dengan masa lima tahun lalu yang bisa disebut puncak masa kejayaannya bisnis es batu. Salah satu sentra industri es di Kabupaten Tuban adalah Kecamatan Semanding.

“Jujur saja sekarang ini omset kita turun 50 persen lebih,” ungkap seorang pelaku usaha industri es batu di Kecamatan Semanding, Kamis (19/03/2015) siang.

Lelaki bertubuh tambun dengan beberapa uban di kepalanya ini, menjelaskan sekarang hampir semua rumah punya kulkas. Mereka membutuhkan es batu hanya saat ada acara-acara besar saja.

Dia memperkirakan industri rumahan es batu yang dikelola tidak akan bisa tahan sampai tiga tahun ke depan. Saat ini, setiap harinya industri es batu yang berada di kawasan pemandian Bektiharjo, Kecamatan Semanding tersebut, hanya memproduksi 2.000 balok.

Itu pun tidak setiap hari terjual habis. Padahal pada masa jayanya dulu mampu, tahun 2000-an, dalam sehari bisa menjual puluhan ribu es balok.

“Dua ribu balok es batu itu terjual seperempat saja sudah syukur, Mbak,” keluh dia saat ditemui di industri es batu yang sudah dikelola dari tangan ketiga ini.

Kini, cuma ada 10 pelanggan setia yang mengambil es batu di pabriknya. Satu balok es batu dibandrol Rp 6.000.

Dia mengakui, usahanya kini mengalami ancaman gulung tikar. Karena keuntungan yang didapat tidak sebanding dengan pengeluaran untuk listrik dan sepuluh karyawannya.

“Kalau ada yang mau beli pasti saya jual sekarang pabrik es ini. Sebelumnya yang memegang pabrik ini ini berganti-ganti karena mengalami kebangkrutan,”ujarnya

Mengatasi kemelut itu, pemilik usaha ini pernah mengupayakan untuk menolong industrinya yang terancam gulung tikar. Yakni mengajukan izin membangun industri air mineral ke Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) Kabupaten Tuban.

Namun upaya tersebut ditentang keras oleh Dinas Kesehatan karena faktor kandungan air wilayah Tuban tidak layak untuk dikonsumsi. WANTI TRI APRILIANA

Facebook Comments

About the Author