Published On: Rab, Feb 18th, 2015

Imlek, Momen Klenteng “Kepiting” Tuban Mengganti Jubah Kong Co

TUBAN

SYAHDU: Suasana Kelnteng Kwan Sing Bio Tuban jelang puncak peringatan Hari Raya Imlek, Selasa (18/02/2015) pagi. (foto: ARIF AHMAD AKBAR)

SYAHDU: Suasana Kelnteng Kwan Sing Bio Tuban jelang puncak peringatan Hari Raya Imlek, Selasa (18/02/2015) pagi. (foto: ARIF AHMAD AKBAR)

seputartuban.com-Tidak ada yang istimewa dalam perayaan Hari Raya Imlek yang jatuh, Kamis (19/02/2015), di seputar Klenteng Kwan Sing Bio Jalan RE Martadinata Tuban.

Situasi ini sangat kontras saat klenteng bersimbol kepiting ini berhari ulang tahun, yang mengusung perpaduan model spritual dan entertain.

Di tengah suasana Imlek, fokus acara adalah menyiapkan rangkaian ibadah pucak dan ramah tamah dengan umat selepas pukul 22.00 WIB. Diperkirakan tak kurang dari 450 umat dari berbagai kota akan berbaur dalam acara tersebut.

Sebelumnya, persiapan rangkaian reguler mulai mengganti lampion lama, membersihkan ruangan, memandikan patung dewa, hingga menyiapkan sarana untuk ibadah pada perayaan Imlek, sudah rampung digelar. Paling istimewa, perayaan Imlek adalah sebagai momen mengganti jubah Kong Co Kwan Sing Tee Koen.

Nurdin Iskandar, salah satu pengurus Klenteng Kwan Sing Bio, mengatakan untuk malam perayaan Sincia atau  malam tahun baru Imlek tidak ada kegiatan maupun acara khusus.

“Dalam merayakan Hari Raya Imlek ini kami tidak ada kegiatan khusus, melainkan hanya melaksanakan peribadatan bersama. Setelah itu saling berjabat tangan dan memberikan ucapan serta ramah tamah makan bersama,” terang Nurdin, Selasa (18/02/2015) siang.

Dia menjelaskan, untuk perlengkapan melakukan sembahyang para jemaat wajib menyertakan lilin sepasang, yoshua kecil dan besar serta uang kertas untuk dibakar. Hanya saja, untuk kriteria lilin disesuaikan dengan kemampuan masing-masing,

Nurdin menyebutkan, harga lilin bervariatif mulai Rp 87 ribu per pasang untuk ukuran betis orang dewasa. Sedangkan harga lilin paling tinggi mencapai Rp 72 jutra per pasang dengan diameter satu rangkulan orang dewasa.

Perayaan hari raya Imlek untuk umat Konghuchu tersebut selain digelar di Klenteng “Kepiting” juga dilaksanakan di Klenteng “Tua” Tjoe Ling Kiong yang berada di Jalan Panglima Sudirman atau persis di depan Alon-alon Tuban. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author