Published On: Rab, Des 24th, 2014

Ikhtiar Menjaring Intelektual Islam Masa Depan

TUBAN

CALON INTELEKTUAL: Kasi Penma Kantor Kemenag Tuban Muhlisin Mufa saat mengintip para siswa MI yang tengah berlaga di ajang kompetisi sains, Rabu (24/12/2014) siang.

CALON INTELEKTUAL: Kasi Penma Kantor Kemenag Tuban Muhlisin Mufa saat mengintip para siswa MI yang tengah berlaga di ajang kompetisi sains, Rabu (24/12/2014) siang.

seputartuban.com–Peringatan hari amal bakti (HAB) Kementerian Agama ke 68 tahun ini di Kabupaten Tuban makin komplit. Ini setelah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban menggelar kompetisi sains untuk siswa tingkat madrasah ibtidaiyah (MI).

Even yang digagas sebagai ikhtiar menjaring intelektual Islam masa depan tersebut, merupakan rangkaian ajang kompetisi seni dan olahraga madrasah (Aksioma) yang tahun 2014 ini memasuki tahun kelima.

Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kantor Kemenag Tuban, Muhlisin Mufa, mengatakan gelaran kompetisi sains MI tersebut dianggit sebagai media peningkatan layanan dan kualitas pendidikan serta evaluasi pembinaan secara berkesinambungan.

Menurut dia, tujuan kompetisi ini semata demi menumbuh kembangkan budaya kompetitif  dengan karakter intelektual dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan agama. Selain itu, acara ini diharapkan dapat meninggikan prestasi dan motivasi intelektual siswa madrasah.

“Setelah terlaksananya kompetisi ini akan melahirkan calon-calom intelektual Islam masa depan yang mumpuni. Kompetisi ini sekaligus sebagai ajang evaluasi terhadap hasil dari pembinaan yang dilakukan oleh masing-masing madrasah” tutur Muhlisin, Rabu (24/12/2014) siang.

Dia menjelaskan, kompetisi sains tersebut diikuti 837 iswa MI dari berbagai sudut wilayah Kabupaten Tuban. Materi soal yang dikompetisikan adalah Bahasa Indonesia dengan melibatkan 219 siswa. Kemudian Matematika dengan jumlah peserta 220 siswa, Ilmu Pengetahuan 221 siswa serta 217 siswa lainnya fokus pada Pendidikan Agama Islam (PAI).

Sementara ketua pelaksana kegiatan, Mohamad Asrofi, mengimbuhkan ajang kompetisi sains tersebut merupakan pembuktian intelektual yang didasari sportivitas dan spirit ilmiah.

“Tunjukaan kemampuan kalian. Buktikan kalian sebagai anak-anak terbaik. Wujudkan kejujuran dan sportivitas. Sebab dengan kejujuran dan sportivitas itulah nantinya akan lahir karakter yang baik dan berkualitas,” tandas dia sesaat sebelum para siswa MI berlaga menjadi yang terbaik tanpa melunturkan nilai-nilai ukhuwuah.  ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author