Published On: Kam, Okt 6th, 2016

HUT TNI 71, Kodim Suguhkan Kisah Heroik Kemanggulan TNI Tuban

TUBAN

seputartuban.com – Memperingati HUT TNI ke 71, Kodim 0811 Tuban mementaskan drama kolosal perjuangan Letda Soetjipto di lapangan Kompi Yonif 521 Tuban, Rabu (5/10/2016). Drama yang diperankan oleh siswa SMK dan SMA tersebut menjadi pesan moral atas kemanunggalan TNI bersama masyarakat serta nilai-nilai kebangsaan.

KISAH HEROIK : Para siswa Tuban saat memerankan drama kolosal perjuangan Letda Soetjipto dan rakyat tuban melawan Belanda

KISAH HEROIK : Para siswa Tuban saat memerankan drama kolosal perjuangan Letda Soetjipto dan rakyat tuban melawan Belanda

Kobaran api disertai asap menghitam pekat akibat ledakan bom, suara mendesing dari senjata api saling bersahutan. Hingga susana genting disertai lalu lalang para pejuang kemerdekaan mengusir penjajah dengan berdarah-darah. Nampak apik diperankan dalam drama kolosal tersebut usai upacara.

Seolah mengajak para hadirin berada langsung dalam perjuangan masa perjuangan dulu. Drama kolosal tersebut mampu menyita perhatian undangan untuk tidak memalingkan wajah dari seluruh rangkaian alur cerita perjuangan Letda Soejipto di Desa Tapen, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban bersama masyarakat sekitar saat melawan Belanda.

Sebanyak 150 pelajar, terdiri dari teater THP SMA Negeri 1, Teater Micro SMK Negeri 1 Tuban, teater Angin SMA Negeri 2, dan Teater Mata SMK TJP Tuban turut andil untuk memerankan perang Agresi Militer Belanda II tersebut. Menurut catatan sejarah, pertempuran pada 18 Desember 1948.

Menurut cerita yang diperankan, para penjajah menindas masyarakat dengan cara menjarah harta benda, meminta secara paksa serta membunuh rakyat. Hingga akhirnya di Dusun Tapen, Desa Sidoharjo,  Kecamatan  Senori, pasukan belanda berperang dengan pasukan Batayon 17 dibawah Komando Letda Soetjipto.

PENINDASAN : Kesewenangan belanda mendapat perlawanan rakyat dan TNI yang bersatu dalam mempertahankan Kemerdekaan RI pada agresi Belanda II

PENINDASAN : Kesewenangan belanda mendapat perlawanan rakyat dan TNI yang bersatu dalam mempertahankan Kemerdekaan RI pada agresi Belanda II

Tentara bersama masyarakat bersatu melawan penjajah. Meski akhirnya Letda Soetjipto gugur tertembak, namun perjuanganya dengan kemanunggalan TNI dan masyarakat tersebut tidak sia-sia. Karena sudah berjuang hingga titik darah penghabisan untuk mempertahankan kemerdekaan RI, sekaligus menjadi pesan kepada dunia. Bahkan Indonesia merdeka didukung penuh oleh rakyatnya.

Komandan Kodim (Dandim) 0811 Tuban, Letkol Inf Sarwo Supriyo mengatakan dilaksanakanya drama kolosal tersebut untuk pendidikan kebangsaan kepada masyarakat luas. Agar masyarakat mampu mengingat kembali betapa susahnya bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan.

“Lebih menitik beratkan pada nilai historisnya, Harapanya dengan melibatkan peran para pelajar sebagai titik refleksi ini agar mereka dapat memberikan penghayatan akan nilai-nilai perjuangan,” terang Dandim usai kegiatan.

Dandim menambahkan, dilibatkanya pelajar dalam drama tersebut agar para pemuda tidak melupakan sejarah. Maka melui peran para pelajar itu, mereka dapat menganalogikan betapa gigih dan susahnya para pendahulu bangsa.

Dandim menambahkan, dengan mengusung tema Semerah Darah Sebening Air Mata tersebut, seluruh generasi bangsa diharapkan dapat lebih mendalami arti dan menghayati tentang nilai-nilai perjuangan. Sehingga, bangsa indonesia benar-benar menjadi bangsa yang besar, bangsa yang kokoh, tidak mudah terombang ambing zaman. Bangsa yang tidak mudah dipecah belah atas berbagai kepentingan.

“Semoga di HUT TNI ke 71 ini. Bersama rakyat TNI semakin kuat, Hebat, profesional, serta siap menunjukkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian” pungkasnya.

Kemeriahan peringatan HUT TNI yang ke-71 tersebut tak hanya menampilkan drama kolosal. Beberapa hiburan lain yang menunjukkan Kabupaten Tuban penuh dengan budaya juga turut disuguhkan. Diantaranya Langgeng Tayub dengan menghadirkan penari waranggono yang di prakarsai para pelajar. Konser seni itu digelar dengan persembahan lagu daerah berjudul Sri Huning.

Untuk mengenang atas jasa pahlawan yang gugur dalam membela kemerdekaan, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban sejak lama telah membuatkan monumen berupa patung Letda Soetjipto. Yang berdiri tegak di Bundaran persis depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban sebagai simbol untuk mengenang jasa perjuanga rakyat dan pahlawan nasional asli putra Tuban itu.

Hadir dalam kesempatan ini, jajaran Forkompimda Kabupaten Tuban serta beberapa tamu undangan lain termasuk tokoh masyarakat dan wartawan. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author