Published On: Rab, Mar 15th, 2017

Hujan Lebat Delapan Jam, Ratusan Rumah Terendam

seputartuban.com, PARENGAN – Selama 8 jam diguyur hujan Senin (13/3/2017) malam, menyebabkan 4 desa di wilayah Kecamatan Parengan kebanjiran. Hingga Selasa (14/3/2017) kali kening meluap merendam ratusan rumah warga.

BEKUM DITANGANI : Kondisi banjir luapan Kali Kening yang sudah merendam jalan lingkungan

Rincianya, meluapnya anak sungai bengawan solo tersebut mengakibatkan 168 rumah di Desa Brangkal terendam dengan ketinggian air mencapai 120 Cm. Juga merendam 40 Hektar lahan pertanian padi siap panen, serta merendam Jalan poros menuju Desa Margorejo  sepanjang 2 KM.
“Air mulai masuk pemukiman pukul 05.00 WIB pagi, sebagian besar warga belum ada yang mengungsi. Baru beberapa yang mulai memindahkan ternaknya ke dataran yang lebih tinggi karena debit air masih berpotensi meningkat,” terang Kepala Desa Brangkal, Zaenal Muttaqin, Selasa (14/3/2017) siang.

Menurutnya, luapan sungai tersebut diketahui mulai memasuki pemukiman warga sejak Pukul 06.30 WIB. Terparah, banjir menggenangi dirumah milik Wasilah (62) warga Rt 05 Rw 02, Sudono (51) warga RT 01 RW 01, Kirno (60) warga RT 02 RW 01 desa setempat.

Sedangkan di Desa Margorejo. untuk menuju wilayah tersebut  tidak dapat ditempuh menggunakan jalur darat. Jalan poros berikut jalan lingkungan sudah tidak dapat dilalui. Hal itu disebabkan badan jalan seluruhnya sudah terendam air. 

Tidak hanya itu, luapan sungai juga menyebabkan 30 Ha lahan pertanian dan 2 Ha lahan tegalan terendam. “Kalau rumah warga yang terendam seluruhnya 89, ketinggiannya bervariatif antara 40 cm hingga 60 cm,” Imbuh Sekretaris Desa Margorejo, Jaelani secara terpisah melalui ponsel.

Hampir seluruh lahan pertanian yang sejak seminggu lalu ditanami padi, serta lahan tegalan yang sedang ditanami tebu seluruhnya sudah terendam air. Dikhawatirkan, jika meluapnya sungai tidak segera berangsur berkurang, akan menyebabkan seluruh tanaman tersebut mengalami gagal tanam.

Warga menyesalkan terkait lambanya penanganan dari pihak terkait. Sejak pagi hingga menjelang petang, wilayah desa terisolir tersebut belum mendapat perhatian.

“Hampir semua rumah dan jalan terendam, belum ada bantuan sama sekali. Ini saja mau berbelanja kebutuhan pokok untuk besok harus berjalan kaki 2 Km karena tidak ada kendaraan yang mampu menembus banjir,” imbuh warga setempat, Sunari (34) Pukul 15.40 WIB

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Tuban, Joko Ludiono mengtakan belum dapat berbuat banyak. Pasalnya, pihaknya hingga Selasa (14/3/2017) petang belum menerima laporan terkait musibah yang melanda 4 desa tersebut. “Saya masih menunggu laporan kejadian, laporan terdampak, dan laporan kerugian berikut kerusakan. serta laporan kebutuhan dari Camat Parengan,” kata Joko melalui ponselnya Selasa (14/3/2017) petang.

Sedangkan untuk Desa Selogabus, meluapnya sungai tidak mengakibatkan rumah warga terendam. Namun kejadian itu menyebabkan jalan lingkungan penghubung Dusun Geneng menuju Dusun Juwet terendam setinggi 40Cm, panjang 250 Meter dan lahan pertanian seluas 35 Ha yang baru saja ditanami padi. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author