Published On: Rab, Mei 20th, 2015

HMI Tuntut Bupati Tuban Lengser

Share This
Tags

TUBAN

DESAK TURUN : Aktivis HMI saat unjuk rasa didepan kantor Bupati Tuban

DESAK TURUN : Aktivis HMI saat unjuk rasa didepan kantor Bupati Tuban

seputartuban.com – Puluhan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tuban, Rabu (20/05/2015) menuntut Bupati Tuban lengser. Karena dianggar tidak dapat menjalankan amanah rakyat dengan baik, karena dinilai kinerja selama menjabat tidak tepat sasaran.

23 mahasiswa ini melakukan unjuk rasa di Kantor Bupati Tuban. Mereka menuntut Bupati Tuban turun dari jabatanya. Karena kinerjanya memiliki banyak kekurangan dan tidak adil.

Koordinator aksi, Candra Kusuma menyampaikan tagline Tuban Bumi wali hingga saat ini hanya sekedar slogan saja. Karena faktanya belum ada dampak mewujudkan Tuban Bumi Wali.

“Tuban menurut kami bukan Bumi Wali tapi bumi karnopen. Itu dapat di lihat dari program Gematumaskin yang masih tidak tepat sasaran. Bukan cuma itu bobroknya moral masyarakat Tuban juga tentang konsumen karnopen kalangan pelajar dan pemuda,” ungkapnya.

Aktivis juga menuding Bupati bersikap setengah hati terhadap umat selain Islam. Karena selama ini terkesan hanya memikirkan nuansa islami saja. Padahal penduduk Tuban tidak hanya umat Islam saja.

“Kami menilai bupati hanya mementingkan golonganya, tidak mementingkan keberagaman agama yang ada di Tuban. Sebagai contoh pancasila di Kabupaten Tuban tak terselaraskan, dari seluruh ornamen-ornamen di sisi kanan kiri jalan seluruhnya bernuansa Islam,” kecamnya.

Mahasiswa juga mengkritik pembangunan infrastruktur jalan yang sangat lamban. Banyak jalan poros kecamatan maupun desa dalam kondisi rusak tidak segera diperbaiki. Bahkan pemimpin Pemkab Tuban dituding syarat KKN.

Aktivis HMI ditemui Asisten Perekonomian Pemkab Tuban, Sulistiadi. Mantan juru bicara Pemkab Tuban ini menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa karena Bupati tidak ditempat. Karena sedang membuka acara di kawasan Gedung Olahraga Tuban.

“Mohon maaf karena pak bupati sedang tidak ada di tempat, semua masukan ini akan kami rangkum dan sesegera mungkin akan kami diskudikan dengan teman teman yang lain. Semoga masukan ini menjadikan kami lebih teliti, dan sekali lagi kami mohon maaf karena belum bisa mempertemukan dengan bupati,” terangya.

Kemudian aktivis memberikan selembar kertas yang berisikan tuntutan. Agar disampaikan kepada Bupati Tuban dan menjadi bahan evaluasi kepemimpinanya. Selain itu juga memberikan alat menghaluskan bumbu masak (hulek-hulek). Sebagai simbol pengganti palu, yang memiliki pesan dalam memimpin agar lebih lentur sesuai kondisi dan tidak asal ketok palu atau asal memberikan perintah saja. ARIF AHMAD AKB

Facebook Comments

About the Author