Published On: Jum, Apr 21st, 2017

Hindari Ancaman Longsor, Warga Kebomlati Akan Direlokasi

seputartuban.com, TUBAN – Peduli keselamatan dan masadepan warga sekitar Bengawan solo, di Desa Kebomlati, Kec. Plumpang, Kab. Tuban, Pemkab Tuban akan merelokasi sejumlah pemukiman warga. Hal itu sudah dikoordinasikan dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk menyiapkan lahan yang akan dipakai pemukiman baru.

Sekretaris Daerah Kab. Tuban, Budi Wiyana

Daerah Pemkab Tuban, Budi Wiyana mengatakan bahwa upaya yang sudah dilakukanya sejauh ini adalah mengalokasikan anggaran untuk merelokasi warga. Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi melibatkan beberapa pihak terkait untuk mengetahui apakah penanganan fisiknya sudah dapat dilaksanakan tahun ini atau diusulkan ditahun berikutnya.
“Kita sudah mengalokasikan untuk merelokasi warga Kebomlati. Kita juga sudah berkoordinasi dengan BBWS dan sudah mengusulkan agar dilaksanakan diTahun 2017 ini, yang jelas secara tehnis nanti dilaksanakan oleh BBWS. sekarang masih dikordinasikan kapan akan dilakukan pemindahannya,” terangnya, kemarin.

Relokasi tersebut dilaksanakan karena 14 rumah di Dusun Kemlaten, RT 03 RW 02, Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban saat ini  hanya berjarak 80 Cm dengan bibir bengawan solo. Dihawatirkan jika tidak segera direlokasi, masing-masing rumah tersebut terancam akan longsor.

Bayang-bayang dihantui longsor yang kapan saja dapat terjadi tersebut membuat warga bingung hendak berpindah rumah kemana. Karena mengingat rumah dan tanah yang dimiliknya saat ini sebagian besar hanya tersisa 1/3 saja dari luas lahan seluruhnya. Tiap banjir, tanah tergerus arus sungai dan mengalami longsor.

Sedangkan harapan menggunakan tanah kas desa untuk relokasi sudah tidak dapat dilakukan.  Seluruh tanah kas desa diwilayah setempat sudah habis digunakan merelokasi warga yang terdampak sebelum-sebelumnya.

Sedangkan upaya lain untuk mengurangi dampak akibat luapan sungai bengawan solo, Pemkab Tuban sudah berupaya mengerjakan pembangunan tanggul pada bibir sungai. “Target pengerjaan tanggul mulai wilayah Kecamatan Rengel sampai wilayah Kecamatan Soko. Yakni dari total anggaran Rp. 15 milyar sebagai biaya pembebasan tanah yang disiapkan untuk pembangunan tanggul sepanjang 25 KM, saat ini baru sampai 20 persenya.” pungkasnya.

Selain menyebabkan belasan warga nyaris kehilangan tempat tinggal, akibat luapan sungai bengawan solo beberapa waktu lalu juga mengakibatkan jalan lingkungan penghubung ambles. Kini ruas jalan itu hanya dapat dilalui kendaraan jenis roda 2. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author