Published On: Sel, Mar 31st, 2015

Hilmi Zada: Untuk Masyarakat Bukan Basa-basi

SOKO

MEGUPING LANGSUNG: Hilmi Zada saat menggelar reses di Kecamatan Semanding dan Soko yang dirunning sejak tanggal 27-30 Maret 2015.

MEGUPING LANGSUNG: Hilmi Zada saat menggelar reses di Kecamatan Semanding dan Soko yang dirunning sejak tanggal 27-30 Maret 2015.

seputartuban.com-Banyaknya program bantuan pemerintah yang masih belum tepat sasaran,  membuat “putra” Partai Demokrat Mohamad Hilmi Zada berkomitmen pasang badan dan akan mengawalnya  sampai ke tangan masyarakat dengan selamat.

Komitmen pasang badan tersebut disampaikan anggota Komisi D DPRD Tuban saat menggelar reses di Kecamatan Semanding dan Soko yang dirunning sejak tanggal 27-30 Maret 2015.

“Kita akan perjuangkan aspirasi masyarakat kepada pemerintah. Kita akan kawal agar bisa terealisasi di tahun 2016 nanti. Karena untuk masyarakat bukan basa-basi,” tegas Hilmi di hadapan 400 warga di Desa Menilo, Kecamatan Soko.

Saat penggawa Fraksi Partai Demokrat DPRD Tuban ini membuka sesi curhat, masyarakat mengeluhkan keberadaan sumur bor untuk air bersih namun tidak dimanfaatkan dengan maksimal.

Lagi, jalan poros desa yang rusak dan tidak dibenahi sehingga menyuusahkan warga, juga jadi “PR” yang harus Hilmi kerjakan sepulang reses.

Hilmi pun mengapreasiasi curhat konstituennya tersebut. Sebab, kata dia, demokrasi membutuhkan hadirnya masyarakat sipil yang terorganisir secara kuat, mandiri, semarak, pluralis, beradab dan partisipatif.

Partisipasi merupakan kata kunci utama dalam masyarakat sipil yang menghubungkan antara rakyat biasa dengan pemerintah. Partisipasi bukan sekedar keterlibatan masyarakat dalam pemilihan kepala desa dan BPD saja.

“Tetapi juga partisipasi dalam kehidupan sehari-hari yang berurusan dengan  pembangunan. Partisipasi adalah keterlibatan secara terbuka,” tegas Hilmi.

Harus Tepat Agat Tak Salah Sasaran

Sementara saat di Dusun Randuanak, Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, menyoal bantuan yang mubazir. Masyarakat tidak mengusulkan bantuan mesin pompa air namun tiba-tiba didrop begitu saja. Sedangkan kebutuhan masyarakat adalah sumur air bersih, sehingga bantuan tersebut tidak bermanfaat.

“Dari hasil temuan itu akan kita koordinasikan dengan fraksi untuk disampaikan kepada pemerintah. Supaya ketika memberikan bantuan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat agar tepat dan bermanfaat,” tutur Hilmi menyambut curhat warga tersebut.

Dalam acara reses di 4 tempat itu dihadiri kurang lebih 400 orang dari para kader Demokrat dan tokoh masyarakat. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author