Published On: Sen, Apr 27th, 2020

Hasil Rapid Tes, Enam Santri Temboro Positif Covid-19

seputartuban.com, TUBAN – Enam dari 42 santri asal Kabupaten Tuban, yang baru pulang dari Pondok Pesantren Al Fatah Temboro Magetan, positif Covid-19. Sesuai hasil Rapid tes Covid-19 yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban.

Enam santri tersebut, berasal dari Kecamatan Palang, Kecamatan Montong, Kecamatan Soko, Kecamatan Parengan dan Kecamatan Semanding. “Sampai hari ini, ada 42 santri Temboro yang diperiksa dan hasil rapid test positif ada 6 orang,” Kata Kepala Dinkes Kabupaten Tuban, dr. Bambang Priyo Utomo, Senin (27/4/2020).

Dokter Bambang Priyo Utomo

Dokter Bambang yang juga Wakil Sekretaris Tim gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tuban ini menjelaskan, ke 6 santri tersebut tidak memiliki keluhan atau Orang Tanpa Gejala (OTG). Maka ke enamnya hanya dianjurkan untuk isolasi mandiri di rumah mereka masing-masing dengan diawasi oleh petugas medis dari puskesmas setempat. “Tidak ada gejala dan kita sarankan untuk melakukan isolasi mandiri saja,” katanya.

Sementara itu, untuk memastikan status mereka yang baru saja pulang dari Kabupaten Magetan itu, tim gugus tugas juga akan melakukan uji swab kepada mereka. “Karena hasil rapid test belum seratus persen, maka ke enamnya akan kami swab dan kita kirim ke laboratorium kementrian kesehatan. Dan harapan kami semoga hasilnya negatif,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Bambang menambahkan, tim gugus tugas hanya mengecek 24 santri yang pulang secara berkelompok. Namun karena banyak santri yang pulang dijemput oleh keluarga mereka masing-masing, maka mereka dihimbau untuk melakukan rapid test di Puskesmas wilayah masing-masing. “Santri banyak yang pulang dijemput orang, jadi hanya 24 saja yang masuk pemeriksaan kami. Sedangkan untuk santri yang lolos dari pemeriksaan tim gugus tugas, bisa memeriksakan diri ke Puskesmas,” tandasnya.

Tak hanya itu, Bambang juga menegaskan selama masa isolasi mandiri 14 hari, Ke enam santri Temboro tersebut tidak diperbolehkan keluar rumah, maupun menerima tamu. Serta selalu dalam pengawasan petugas.

“Sekarang juga ada tim penanganan virus corona di tingkat desa. Ya kita minta mereka koperatif saat isolasi mandiri. Tapi kalau bandel dan tidak mematuhi peraturan, maka petugas akan menjemput paksa mereka dan kita akan bawa ke rumah sakit,” pungkasnya.

Diketahui, Pemkab Tuban telah mengumumkan alokasi anggaran penanganan Covid-19 ini sebanyak Rp. 60 miliar. Masih ditambah anggaran dari Dana Desa (DD) tiap-tiap desa berbeda.

Kondisi di lapangan nampaknya pandemi virus ini tidak membuat sejumlah masyarakat patuh terhadap himbauan pemerintah, khususnya di desa-desa. Karena warung kopi masih ramai dikunjungi warga dan jagong hingga larut malam. Selain itu, pemakaian masker masih cenderung diabaikan. Baik di mushola, masjid saat menununaikan sholat tarawih maupun sholat jumat. Bahkan di pasar tradisional maupun mini market. RHOFIK SUSYANTO / TIM

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos