Published On: Ming, Nov 13th, 2016

Hari Jadi Tuban “Dikado” Bunuh Diri Karena Terlilit Hutang

GRABAGAN

seputartuban.com – Sakri (50), warga Dusun Dawung, Desa Ngandong, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban, Sabtu (12/11/2016) bunuh diri dengan gantung diri. Peristiwa itu solah menjadi kado buat para pemimpin tuban karena bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Tuban ke 723. Dia mengakhiri hidupnya diduga kuat karena terlilit hutang.

MENINGGAL DUNIA : Polisi dan tim medis saat memeriksa jasad korban yang bunuh diri gara-gara terlilit hutang

MENINGGAL DUNIA : Polisi dan tim medis saat memeriksa jasad korban yang bunuh diri gara-gara terlilit hutang

Meninggalnya bapak 3 anak itu pertama diketahui oleh Istrinya. Ia ditemukan dalam kondisi tergantung di kandang sapi milik tetangganya, dengan menggunakan tali tambang.

Kasubbag Humas Polres Tuban, AKP Elis Suendayati mengatakan 4 hari sebelumnya korban sebelum sudah berupaya melakukan percobaan bunuh diri namun berhasil digagalkan keluarganya. Namun bertepatan dengan hari jadi Tuban ke 723, nampaknya upaya Sakri untuk mengakhiri hidupnya luput dari perhatian keluarga.

“Korban sebulumnya berpamitan akan buang air besar sekitar pukul 10.00 WIB. Kemudian pihak keluarga mengetahui ia sudah dalam keadaan tergantung dan tidak bernyawa pada pukul 12.30 WIB, disebuah kandang sapi milik tetangganya,” terangnya.

Hasil keterangan yang dihimpun Polisi menyebutkan, korban yang rumahnya bersebelahan dengan Kepala Desa itu meninggalkan rumah sejak Pukul 10.00 WIB. Dia berpamitan pada keluarga akan buang air besar.

Keluarganya mulai panik sekitar pukul 12.00 WIB. Sebab, tidak seperti biasanya korban tak terlihat berada dirumah saat memasuki waktu makan siang. Hingga anggota keluarganya rumah panik karena khawatir terjadi seperti sebelumnya pada Rabu (9/11/2016) siang. Sakri berupaya bunuh diri namun berhasil digagalkan.

Kemudian anggota keluarganya berupaya mencari keberadaan korban. Hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan leher terikat tambang yang mengait pata tiang penumpu atap kandang sapi milik Mujiono, warga Dusun Secang, desa setempat pada pukul 12.30 WIB.

“Informasi yang kami dapat dari petugas dilapangan, diduga korban mengalami stres akibat buruknya kondisi perekonomian. Korban sering mengatakan pada warga hendak melakukan bunuh diri,” pungkasnya.

Kematian korban murni akibat bunuh diri, kesimpulan tersebut disimpulkan dari hasil visum luar yang dilakukan petugas kesehatan dan Polisi. Tidak ditemukan kejanggalan apapun pada jasad korban. Sehingga disimpulkan, kematian korban murni akibat bunuh diri. Sedangkan jasad korban dimakamkan sore hari. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author