Published On: Rab, Mar 1st, 2017

Harga Gabah Merosot, Pemkab Tak Berdaya

seputartuban.com, KEREK – Tiap kali waktu panen raya, harga gabah selalu merosot. Hal itu membuat petani mengalami merugi. Namun pemerintah daerah nyatanya tidak berdaya mengatasi hal itu.

PETANI MERADANG : Aktifitas petani Kecamatan Kerek saat panen padi

Saat ini harga gabah di petani mencapai Rp 3.000 per-Kg untuk gabah basah, padahal tahun lalu mencapai harga Rp 4.000 per-Kg. Selain rendahnya harga, juga banyak tanaman padi yang diserang hama, bahkan ada yang gagal panen.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua Gapoktan Desa Gaji, Kecamatan Kerek, Harun, tahun ini petani mengalami rugi, pasalnya banyak tanaman padi yang diserang hama dan saat panen harganya murah. “Kalau harga padi hanya Rp 3.000 per-Kg kita rugi karena biayanya tinggi,” jelas Harun, Selasa (28/2/2017).

Para petani berharap adanya peran serta pemerintah daerah, agar tiap ¬†panen petani tidak merugi atau harga tidak dipermainkan oleh para tengkulak. Padahal bila melihat harga beras dipasaran masih mencapai harga Rp 9.000 per-Kg. “Pemerintah harus memberikan solusi agar petani tidak semakin terpuruk,” harapnya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Diskoperindag Tuban, Bhismo Adji menjelaskan bahwa penyebab turunnya harga gabah itu disebabkan karena saat ini musim panen raya dan juga musim hujan, sehingga harga gabah anjlok. “Kita hanya bisa sosialisasi kepada petani untuk memanfaatkan resi gudang,” kata Bhismo Adji.

Bhismo menambahkan bahwa saat ini sudah ada beberapa petani yang memanfaatkan resi gudang ada sekitar 170 ton. Sedangkan kapasitas resi gudang yang ada yaitu mampu menampung sebanyak 2.500 ton padi maupun jagung. “Kita juga siap membeli gabah kering dengan harga Rp 4.200 per-Kg” sambungnya.

Diketahui, bila harga gabah diperani hanya Rp 3.000 perkilonya, dengan biaya tanam saat ini yang tinggi, maka dipastikan petani merugi. Solusi yang bisa diberikan oleh pemerintah hanya menyimpan di resi gudang. “Kita tidak bisa berbuat apa-apa hanya dengan resi gudang itu yang bisa kita laukan,” pungkasnya. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author