Published On: Sen, Mei 26th, 2014

Harga Elpiji Tak Terkontrol Pertamina Cuci Tangan

TUBAN

HEPPY: Apabila kenaikan di toko atau pasar melebihi harga eceran tertinggi (HET) bukan semata-mata kesalahan Pertamina.

HEPPY: Apabila kenaikan di toko atau pasar melebihi harga eceran tertinggi (HET) bukan semata-mata kesalahan Pertamina.

seputartuban.com-Kenaikan harga tabung elpiji kemasan 3 kg di pasaran yang cenderung tak terkontrol menambah beban baru bagi masyarakat. Jika sebelumnya harga kemasan tabung favorit ini hanya Rp 13 ribu kini merembat naik menjadi Rp 17 ribu.

Situasi ini tak pelak membuat masyarakat kebingungan. Sebab, biasanya sebelum mengalami kenaikan selalu ada pengumuman. Beruntung kenaikan elpiji kemasan 3 kg ini tidak dibarengi dengan kelangkaan. Artinya pasokan tetap normal tidak ada pengurangan.

Warga khawatir harga elpiji kemasan ini akan terus meroket, mengingat hingga jelang buln Juni 2014 ini sudah terjadi kenaikan harga dua kali. Pertama terjadi medio Januari lalu. Sedangkan kenaikan kedua terjadi April lalu.

Salah satu agen tabung gas elpiji, Ahmad K, di Kecamatan Merakurak, mengungkapkan pasokan elpiji selalu dikendalikan oleh suplay Pertamina. Jatah setiap agen selalu ditentukan estimasi konsumen yang dilaporkan setiap agen. Apabila terjadi penambahan, harus dilaporkan dalam buku order. “Terkadang dikasih kadang juga tidak. Karena pasokan untuk setiap wilayah sudah dipatok jumlahnya. Jadi dibagi rata, ” Ucap Ahmad, Senin (26/05/2014).

Bapak satu anak ini, mengatakan meskipun banyak pesanan yang diajukan agen kepada Pertamina, tidak akan berpengaruh pada plot yang ditentukan. Padahal ini sangat menggangu distribusi tabung. Ujungnya, apabila terjadi kelangkaan, harga pada agen atau toko melangit.

“Kalau barang tidak ada, yang minta banyak jelas harganya mahal. Itu salahnya pertamina, kenapa pasokan sedikit, ” imbuhnya.

Sementara Nurin Hidayati, pemilik kedai makanan di Kecamatan Palang mengeluhkan naiknya harga tabung elpiji kemasan 3 kg. Meski demikian, apabila diimbangi dengan banyaknya pasokan keresahan warga tidak kecewa. ” Sudah mahal, telat juga. Kalau bisa naik itu ada pengumuman dahulu, ” kata Nurin dengan logat Jawa pesisiran.

Sementara itu terkait protes warga, Humas TTU Pertamina Reg IV, Heppy, beberapa waktu lalu menjelaskan bahw suplay tabung gas elpiji sudah mendapat jatah dari pemerintah. Dengan bertambahnya konsumen distribusi akan dikendalikan melalui agen. Dengan kerjasama yang telah ditandatangani tersebut tertera jatah maksimal setiap agen. ” Tidak bisa bertambah tanpa pendataan. Memang ada batasan, tapi sudah disesuaikan jumlahnya. Suplai tetap, jumlah agen dan pangkalan banyak, ini yang perlu ada batasan. ” Ucap Heppy.

Dia mengimbuhkan, kenaikan harga elpiji tidak seperti yang terjadi dipasaran. Alasanny, keaikannya sesuai aturan pemerintah. Apabila kenaikan di toko atau pasar melebihi harga eceran tertinggi (HET) bukan semata-mata kesalahan Pertamina. Karena, penyesuaian dan pengawasannya diserahkan pada kebijakan pemerintah setempat.

“Kalau agen masih bisa kita arahkan. Namun kalau sudah eceran, toko, pasar itu banyak faktornya. Tergantung geografisnya,” tandas dia. HANAFI

Facebook Comments

About the Author