Published On: Jum, Mei 13th, 2016

Habiskan Rp. 60 Juta, Toko Online Disperpar Jual 25 Produk

TUBAN

seputartuban.com – Untuk pengenalan dan memperluas jaringan pemasaran produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Tuban, Dinas Perekonomian, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disperpar) Pemkab Tuban, membuat toko online. Program itu dilakukan sejak tahun lalu dan tahun 2016 ditambah anggaranya, total mencapai Rp. 60 juta.

Inilah penampakan header toko online Disperpar

Inilah penampakan header toko online Disperpar

Kepala Seksi (Kasi) Promosi dan Informasi Usaha Disperpar Tuban, Totok Tomi K, mengatakan pihaknya sudah membangun toko online dengan harapan dapat mendorong peningkatan penjualan produk UKM Kabupaten Tuban.

Upaya pemasaran, salah satunya melalui sistem online. Mengingat tingkat produksi UKM di Tuban yang terus meningkat. Hingga saat ini pertumbuhan UMKM di Tuban mencapai 18 % dari total jumlah penduduk di Kabupaten Tuban. “Melalui toko online tersebut, arahnya bisa mengembangkan kerjasama berkelanjutan antara pelaku UMKM dengan pelanggannya,” harapnya kemarin.

Disperpar Tuban juga akan mengadakan pelatihan sistem pemasaran online. Dengan melibatkan 50 UMKM baru. Yang akan dilatih pada Agustus 2016. Dimana kegiatan tersebut juga pernah dilaksanakan pada tahun 2015.

“Nanti kami akan latih 50 UMKM lagi dari berbagai jenis produksinya mulai batik, industri kerajinan, makanan dan lainnya. Dengan memberi pelatihan tersebut, mereka paling tidak mengenal IT,” lanjutnya.

Hingga saat ini sudah ada 87 UMKM yang dilibatkan dalam memasarkan produknya di lapak online milik Disperpar Kabupaten Tuban. Dari Januari hingga saat ini sudah ada 79 jenis produk yang terpajang, dan ada sekitar 25 jenis produk yang laku terjual.

Terkait sepinya pengunjung toko online dan jumlah produk yang terbatas, Totok menanggapi bahwa lapak tersebut baru difungsikan tahun lalu. Sehingga dengan kondisi itu terus berupaya mengenalkan situs tersebut pada masyarakat Kabupaten Tuban.

Sedangkan anggaran untuk mengembangkan pemasaran produk UMKM dengan media online tidak sedikit. Yakni Rp. 40 Juta pada tahun 2016. Jumlah itu naik 2 kali lipat dibanding tahun lalu yakni Rp. 20 juta. Dengan anggaran yang tersedia tersebut dia berharapkan dapat meningkatkan perluasan pemasaran UMKM kabupaten Tuban.

“Terus kami bantu dan dorong pemasaran produk mereka, sehingga bisa meningkatkan penjualan produk mereka dengan anggaran yang seadanya,” pungkasnya. USUL PUJIONO

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos