Published On: Sel, Nov 26th, 2013

Guru Yang Peduli Lingkungan, Menghasilkan Penghargaan

Share This
Tags

JENU

seputartuban.com – Kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya, membawa Guru Madrasah Aliyah (MA) di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban ini meraih penghargaan Kalpataru 2012. Ali Manshur (52), puluhan tahun mengabdikan diri untuk penyelamatan pesisir dengan menanam mangrove.

Mangrove Centre

KONSISTEN : Ali Manshur menunjukkan banner himbauan yang dipasang dikawasan Mangrove Centre

Saat dikonfirmasi, Senin (25/11/2013), bapak 2 anak itu menceritakan awal memiliki niat untuk peduli lingkungan dari kerusakan pantai belakang rumahnya di tahun 1972 lalu. Karena hutan kelapa rusak akibat diserang hama. Karena jadi tanah kosong, kemudian digali dan diambil pasirnya untuk keperluan pembangunan jalan Merakurak-Montong. Akibatnya kawasan pantai menjadi rusak, hingga akhirnya terjadi rob.

Sekitar tahun 1975, dirinya mencoba menanam tanaman bakau dibelakang rumahnya. Lahan 1,8 Ha milikinya yang berada dibibir pantai seluruhnya ditanami. Tujuannya, untuk melindungi tanah dan rumahnya dari rob dan kerusakan pantai.

19 tahun lamanya dirinya berusaha menanam beberapa tanaman laut di sekitar pantai di wilayah desanya. Mulai dari cemara laut dan tapang. Gayung bersambut, 3 tahun setelahnya dirinya membuat paguyuban dengan warga setempat untuk membuat Mangrove. Tujuannya agar bisa melestarikan alam dan menyelamtakan pantai dari abrasi.

Dengan pendanaan pribadi yang diperoleh dari hasil bekerjanya menjadi guru itu sebagai modal awal dalam paguyubannya. Hingga berkembang sedikit demi sedikit dari hasil budidaya dan penjualan bibit. Ditahun 2000, dirinya sudah mampu membentuk 12 kelompok se-Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) yang masih aktif mengajar ini tetap konsisten dengan upayanya penyelamatan lingkungan. Pada ditahun 2005 membentuk Yayasan Mangrove Centre untuk memayungi kegiatannya agar tetap berjalan dan dikelola bersama. “Siapa saja boleh membantu, baik dari PT. Semen Indonesia, atau pihak lainnya. Namun siapa saja yang membantu tidak boleh memiliki Mangrove, karena milik bersama, ” katanya.

Sekarang ini, sebanyak 236 hektar lahan yang sudah ditanamin mangrove, dengan jumlah jutaan pohon cemara, bakau, ketapang, Widada, waru dan sejenisnya. Selain itu Mangrove Centre saat ini juga sudah membudidayakan 214 jenis tanaman mangrove. “Ditambah cemara 16 km dengan lebar 50 meter sampai 80 meter. Kecuali lahan karang dan tambatan perahu tidak ditanami,” lanjutnya.

Mangrove Centre berencana akan terus meningkatkan penanaman untuk mencegah abrasi dengan penanaman pohon laut. Terbukti dengan masih terus melakukan pembibitan. Sekarang, pihaknya sudah melebarkan jaringanya. Tidak hanya di Kabupaten tuban, juga terdapat di Kabupaten Lamongan, Kab. Gresik, Madura, Situbondo. Dan juga sampai wilayah Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah.

“kepedulian ini harus kita tumbuhkan. Hasilnya tidak untuk pribadi, melainkan milik bersama. Bahkan seluruh yasan atau tanah pribadi sekarang sudah dimasukkan dalam yayasan MCT ini, ” ungkapnya. (han)

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author



Berita Terkini

Videos