Published On: Sab, Apr 30th, 2016

Guru Sertifikasi Nyambi Pendamping Desa Dikeluhkan

TUBAN

seputartuban.com – Guru Sertifikasi yang menjadi pendamping desa di kawasan Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban dikeluhkan kinerjanya. Hal itu terungkap salah satu warga menyampaikan keluhan itu saat Reses anggota DPRD Tuban, Kristiawan, belum lama ini.

ilustrasi risehtunong

ilustrasi risehtunong

Menurut pria itu, pendamping desa jarang berkunjung sehingga pembinaan tidak maksimal. Dikarena sehari-hari dia aktif sebagai guru yang sudah bersertifikasi disalah satu sekolah wilayah Kecamatan Bangilan.

Menanggapi hal ini, Camat Bangilan, Sartono mengatakan selama ini stafnya yang banyak melakukan pembinaan di desa. Dia belum mengetahui ada pendamping desa yang merangkap sebagai guru sertifikasi yang juga menerima tunjangan dari negara.

“Memang selama ini teman-teman kecamatan yang banyak memberikan pendampingan. Kalau masalah dia merangkap sebagai guru saya belum tahu persis. Pertama kali menghadap saya sudah sampaikan untuk tidak metangkap pekerjaan,” katanya.

Terkait pembinaan atau penindakan atas buruknya bekerja sesuai keluhan masyarakat, Sartono mengatakan dirinya tidak memiliki kewenangan. ”Ya itu yang perlu dipertanyakan tim seleksinya, kan langsung Provinsi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bapemas Pemdes dan KB Pemkab Tuban, Mahmudi menjelaskan tugas dan fungsi pendamping desa adalah melakukan pendampingan mulai dari penyusunan perencanaan APBDes, pelaksanaan dan pembuatan laporan.  Sedangkan terkait masa tugas dan honor pendamping desa, pihak Bapemas tidak mengetahuinya. Sebab mulai dari proses rekrutmen hingga kontrak kerja kewenangan pusat melalui Bapemas Provinsi Jatim.  “Itu kewenanganya pusat dan yang melaksanakan langsung provinsi,” kata Mahmudi.

Sedangkan jam kerjanya menyesuaikan dengan kegiatan desa dan kebutuhan desa. Tidak ada ketentuan waktu, tetapi yang pasti selalu melakukan koordinasi dengan Pemdes. Atau kata lain bisa pagi, siang atau malam sesuai dengan kebutuhan desa. “Kalau ada pendamping yang menjabat sebagai guru atau pekerjaan kita tidak tahu. Serta bukan kewenangan kita, sehingga kita tidak bisa komentar,” tegasnya.

Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementrian Agama Kabupaten Tuban, M. Muhlisin Mufa menjelaskan guru sertifikasi dilarang menerima tunjangan atau honor ganda dari negara. Seperti guru sertifikasi ada menjadi anggota DPRD Tuban. Mereka harus memilih tetap menjadi guru sertifikasi atau cuti sementara. “Pada prinsipnya itu, dia harus memilih. Kita akan komunikasikan itu kepada yang bersangkutan,” ungkapnya, Kamis (28/4/2016). MUHLISHIN/MUHAIMIN

Facebook Comments

About the Author