Published On: Rab, Jun 11th, 2014

Guru Sasaran SMP Digembleng Kurikulum 2013

TUBAN

FOKUS DAN SERIUS: Sejumlah guru sasaran SMP sederajat sedang mengikuti workshop Kurikulum 2013.

FOKUS DAN SERIUS: Sejumlah guru sasaran SMP sederajat sedang mengikuti workshop Kurikulum 2013.

seputartuban.com– Untuk mematangkan penerapan Kurikulum 2013 (K-13) di Kabupaten Tuban yang segera diimplementasikan tahun ajaran 2014/2015 ini, sedikitnya 1.130 guru sasaran SMP sederajat digenjot  pembekalan yang digelar di SMPN 2 Tuban dan SMPN 1 Jatirogo. Hal ini dilakukan mengingat para tenaga didik dalam menerapkan K-13 dianggap masih belum siap.

PUJI ASTUTIK: Sebelum sepenuhnya kurikulum tersebut diterapkan kita akan melakukan pendampingan secara masif.

PUJI ASTUTIK: Sebelum sepenuhnya kurikulum tersebut diterapkan kita akan melakukan pendampingan secara masif.

Selain guru sasaran, peserta workshop juga berasal dari pengawas sekolah, kasek serta guru sertifikasi. Total guru sasaran SMP sederajat di Jawa Timur mencapai 89.040 orang.

Puji Astutik selaku penanggung jawab pelatihan akademik implementasi K-13 dari Disdikpora Tuban, menyampaikan acara tersebut memang sudah menjadi program pemerintah pusat mengingat persiapan implementasi K-13 ini dianggap belum matang.

“Sebelum sepenuhnya kurikulum tersebut diterapkan kita akan melakukan pendampingan secara masif,” kata Puji saat ditemui di SMPN 2 Tuban, Rabu (11/06/2014) siang.

Dia menerangkan, arah pelatihan ini diantaranya guna mengubah mindset tenaga didik untuk menumbuh kembangkan dalam proses belajar mengajar kepada siswa. Karena dalam K-13 guru dituntut menggunakan metode pembelajaran yang bisa merangsang siswa untuk aktif bertanya, maupun mengubah karakter dan sikap siswa untuk lebih mandiri.

“Nantinya guru sebagai fasilitator dan pendamping dalam proses belajar siswa. Karena sebelumnya tenaga didik lebih kepada menerangkan materi terus siswa mendengarkan. Maka pada K-13 ini siswa juga harus dituntut berperan aktif,” papar Puji.

Dia menjelaskan, dalam proses ini guru sasaran (GS) akan mendapatkan pendampingan dari instruktur nasional (IN), dengan materi yang sudah didapat dari narasumber (NS) yang sebelumnya sudah dipersiapkan beberapa bulan lalu di Kabupaten Malang.

Selanjutnya, sambung Puji, ketika dalam proses pelaksanaan ini ada beberapa guru sasaran yang masih belum bisa mengikuti pembekalan, maka nantinya akan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah setempat. Karena dalam acara ini semua biaya ditanggung pemerintah pusat.
AMIN

Facebook Comments

About the Author