Published On: Sel, Agu 12th, 2014

Gugatan Prabowo-Hatta Bikin KPUD Tuban “Stres”

Share This

TUBAN

HARUS LEMBUR: Sejumlah staf KPUD Tuban sibuk membongkar kotak suara dan mengeluarkan semua daftar pemilih, Selasa (12/08/2014) siang.

HARUS LEMBUR: Sejumlah staf KPUD Tuban sibuk membongkar kotak suara dan mengeluarkan semua daftar pemilih, Selasa (12/08/2014) siang.

seputartuban.com-Proses gugatan pasangan nomor urut 1 Prabowo-Hatta dalam pilpres lalu yang kini tengah disidangkan di Mahkamah Konstitusi (MK) berimbas beban baru bagi KPUD kabupaten dan kota. Termasuk KPUD Tuban yang dalam sepekan ini dibuat sibuk luar biasa.

Hal itu disebabkan semua KPUD diperintahkan mengirim data daftar pemilih sebagai alat bukti dalam persidangan gugatan sengketa pilpres di MK. Beban ini terasa makin berat karena berkas itu harus diantar langsung oleh komisioner KPUD ke Jakarta, dengan didampingi dua anggota Polri yang bertugas mem-back up sisi keamanannya.

Divisi Logistik KPUD Tuban, Nur Hakim, mengatakan baru menerima perintah tersebut dari KPU pusat Selasa (12/08/2014) pagi. Apalagi dalam perintah itu ditegaskan semua berkas daftar pemilih tersebut sudah harus sampai di Jakarta, Rabu (13/08/2014) besok. Perintah mendadak itu mau tak mau harus direspon dengan cepat. Untuk itu KPUD Tuban harus mengerahkan semua fungsi yang ada, termasuk mengirim komisioner ke Jakarta untuk mengejar dead line.

Menurut dia, seluruh data daftar pemilih mulai DPT, DPK, PPKTb dan daftar pemilih dari TPS lain semuanyanya harus dikirim tanpa ada satupun yang tercecer.

“Padahal kita baru menerima perintah itu tadi pagi. Sementara besok harus sudah kita kirimkan data tersebut ke Jakarta,” katanya, Selasa (12/08/2014) siang.

Diungkapkan, begitu mendapat perintah tersebut KPUD langsung bekerja keras membongkar semua kotak suara. Sayangnya, KPUD tidak bisa minta lagi tenaga panitia pemilihan kecamatan (PPK) karena masa tugasnya sudah selesai. Jika saja PPK masih aktif KPUD bisa meminta bantuan untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan oleh KPU pusat.

“Saat ini KPUD harus bekerja sendiri. Untuk hari ini kita baru bisa selesaikan empat kecamatan. Kita nggak tahu sampai jam berapa nanti semuanya tuntas. Yang pasti malam ini harus kelar. Sekarang ini kita juga sport jantung. Setelah ini apa lagi yang akan diminta KPU,” papar Nur Hakim.

Sebelumnya KPUD Tuban diminta oleh KPU pusat untuk formulir C1 dan C7 atau berita acara hasil penghitungan suara. Itupun masih belum dikirimkan. Padahal sesuai dengan permintaan data data itu harus dikirim hari ini. Namun yang diminta tidak keseluruhan TPS dari 2.082 TPS yang ada di Tuban.

Nur Hakim mengimbuhkan, untuk mengumpulkan data daftar pemilih KPUD Tuban terpaksa mengerahkan semua stafnya yang ada. Besok rencananya akan dikirim langsung ke Jakarta oleh perwakilan komisioner KPUD sendiri melalui jalur udara. Kotak suara yang harus dibongkar sebanyak 4.164 buah.

“Kita harus menyelesaikan besok, dan nanti malam akan dilembur. Kita kerahkan semua staf yang ada untuk membongkar kotak suara yang didalamnya ada daftar pemilihnya,” tandas Nur Hakim. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. waduh rek bongkar2e melebihi waktu yg diminta kpu pusat berkata:

    Waduhhhhh bongkare melebihi waktu yg diminta kpu pusat