Published On: Rab, Des 30th, 2015

Grebek Pesta Sabu Dosen dan Staf Yayasan Kampus Tuban

TUBAN

Dosen Sabu : Kasat Resnarkoba, Kasubbag Humas Polres Tuban menunjukkan kedua tersangka Dosen dan staf yayasan beserta barang bukti di Mapolres Tuban, Rabu (30/12/2015)

Dosen Sabu : Kasat Resnarkoba, Kasubbag Humas Polres Tuban menunjukkan kedua tersangka Dosen dan staf yayasan beserta barang bukti di Mapolres Tuban, Rabu (30/12/2015)

seputartuban.com – Seorang Dosen dan staf yayasan pada kampus yang sama tidak berkutik saat digrebek sedang nyabu. Petugas menangkap keduanya saat pesta sabu dirumah sang dosen, Selasa (29/12/2015) pukul 11.30 WIB.

Sang Dosen adalah S (53) pria warga Jalan Ngemplak, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Tuban. Serta HS (44), perempuan warga Jalan Lansep, Kelurahan Latsari, Kecamatan Kabupaten. Keduanya kini ditahan di Mapolres Tuban.

Kasat Resnarkoba Polres Tuban, AKP I Made Patera Negara mengatakan penggrebekan dilakukan saat keduanya sedang menikmati sabu di dalam rumah dosen FKIP itu. Diduga mengetahui kedatangan petugas, alat hisap (bong) sempat dibuang belakang rumah.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan, hasilnya ditemukan 1 bong berada di semak-semak belakang rumah. Selain itu 1 poket sabu yang belum digunakan diamankan dari tas warna coklat milik tersangka. Sedangkan sisa sabu yang dihisap ditemukan dalam kemasan obat nyamuk elektrik di lantai. “Keduanya kami amankan dari rumah tersangka,” ungkapnya.

Kepada penyidik tersangka mengaku mendapatkan barang haram itu dari temanya di Surabaya. Saat dia berkunjung ke kota pahlawan itu, mendapat oleh-oleh sabu. “Katanya oleh-oleh dari temanya. Tapi masih kita dalami terus,” imbuh Kasat Resnarkoba.

Dosen pendidikan itu juga mengaku dia bukan pemakai baru. Namun sudah lama menikmati barang haram itu. “Dia (dosen) pemakai lama,” tegas Made.

Dalam kasus ini Polisi mengamankan barang bukti berupa 2 poket berbentuk butiran kristal berwarna putih. Dengan berat bruto 0,85 gram. 1 buah tas warna hitam coklat. 1 buah korek api. 1 alat penghisap, 3 buah sedotan yang digunakan nengambil sabu, serta 2 unit hp milik tersangka.

Tersangka dijerat dengan pasal 112 ayat 1, Pasal 127 undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman pidana minimal lima tahun penjara.

Terpisah Rektor kampus tempat kedua tersangka bekerja saat dikonfirmasi seputartuban.com melalui ponselnya tidak mendapat jawaban. Bahkan saat dikonfirmasi melalui pesan singkat rektor perempuan itu juga tidak membalas. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author