Published On: Sel, Agu 18th, 2015

Goa Putri Asih Siap Sambut Penyuka Eksotika

MONTONG

DANIEL BUDI CAHYONO: Ini murni keinginan rakyat agar Goa Putri Asih kembali dibuka dan dikelola lagi. Pengelolaannya akan melibatkan seluruh masyarakat sekitar hutan. Di mana hasil pengelolaannya akan kembali kepada msyarakat dengan sistem bagi hasil.

DANIEL BUDI CAHYONO: Ini murni keinginan rakyat agar Goa Putri Asih kembali dibuka dan dikelola lagi. Pengelolaannya akan melibatkan seluruh masyarakat sekitar hutan. Di mana hasil pengelolaannya akan kembali kepada msyarakat dengan sistem bagi hasil.

seputartuban.com-Setelah terkubur hampir tujuh tahun di bawah tegakan rimbun hutan jati petak 37 A RPH Nguluhan, BKPH Mulyoagung, KPH Parengan, eksotika Gua Putri Asih tak lama lagi bisa kembali dinikmati masyarakat luas.

Kabar bakal dibukanya kembali Goa Putri Asih di Desa Nguluhan Kecamatan Montong sejak ditutup Pemkab Tuban tahun 2006 silam atau kurang empat tahun awal ditemukannya situs bawah tanah ini tahun 2002, disampaikan Administratur Perhutani KPH Parengan, Daniel Budi Cahyono.

“Ini murni keinginan rakyat agar Goa Putri Asih kembali dibuka dan dikelola lagi. Pengelolaannya akan melibatkan seluruh masyarakat sekitar hutan. Di mana hasil pengelolaannya akan kembali kepada msyarakat dengan sistem bagi hasil,” ungkap Daniel usai mengikuti upacara detik-detik proklamsi 17 Agustus di lorong Goa Putri Asih, Senin (17/08/2015) pagi.

Menurut dia, permintaan kembali dibukanya Goa Putri Asih karena masyarakat kawasan hutan merasa terbantu perekonomiannya saat pengunjung sedang ramai.

Hanya saja, tutur Daniel, untuk menghidupkan lagi gairah destinasi Goa Putri Asih yang sepanjang lorongnya tumbuh subur ornamen stalaktit dan stalakmit tersebut, masih perlu dilakukan kajian mendalam.

“Untuk sementara kami masih melaksanakan kajian guna mengeliminir indikasi berbagai hal yang tidak di inginkan terjadi. Sehingga kekhawatiran pengunjung dapat dikurangi saat potensi alam ini kembali dibuka untuk umum,” papar Daniel sembari menjelaskan ditutupnya tempat wisata tersebut tahun 2006 silam karena dinding goa berpontensi ambrol.

Sejauh ini langkah yang sudah dilakukan adalah pengajuan izin pengelolaan dan penandatanganan kerjasama pembangunan infrastruktur dengan warga kawasan hutan.

“Semoga menjelang akhir tahun nanti eksotika Goa Putri Asih dapat dinikmati kembali masyarakat umum,” tandas Daniel. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. Tarsimo berkata:

    Matap,, Bos !! semoga bermanfaat utk masyarakat banyak.