Published On: Sen, Agu 3rd, 2015

Goa Putri Asih Secuil Surga Yang Terlerwakan

Kendati belum dibuka secara resmi untuk umum, tapi setiap yang datang pasti menyebut Goa Putri Asih surga dunia. Sepanjang lorong goa tumbuh subur ornamen stalaktit dan stalakmit  yang pertumbuhannya butuh waktu 50 tahun per milimeternya. Eksotikanya benar-benar alami. Tidak ada campur tangan manusia apalagi rekayasa teknologi.

GOA PUTRI ASIH: Eksotikanya benar-benar alami. Tidak ada campur tangan manusia apalagi rekayasa teknologi. Sepanjang lorong goa tumbuh subur ornamen stalakmit dan stalakmit yang pertumbuhannya butuh waktu 50 tahun per milimeternya

GOA PUTRI ASIH: Eksotikanya benar-benar alami. Tidak ada campur tangan manusia apalagi rekayasa teknologi. Sepanjang lorong goa tumbuh subur ornamen stalakmit dan stalakmit yang pertumbuhannya butuh waktu 50 tahun per milimeternya

seputartuban.com-Secuil surga yang kini terkubur di bawah tegakan hutan jati petak 37 A, RPH Nguluhan, BKPH Mulyoagung, KPH Parengan ini, persisnya berada di Desa Nguluhan Kecamatan Montong.

Secara kasat mata, eksotika Goa Putri Asih di jalur strategis Kabupaten Tuban bagian barat yang menghubungkan ke Kabupaten Bojonegoro dan sejumlah kota di Jawa Tengah ini, menawarkan keindahan alam sebagai menu utama tanpa polusi. Setidaknya, keindahan yang ditawarkan tidak perlu jauh-jauh ke luar kota karena Goa Putri Asih punya keindahan yang tak kalah menarik dengan tempat lain.

Ibarat “raksasa yang sedang tertidur pulas”, sudah saatnya masyarakat Tuban khususnya Desa Nguluhan dan Guwoterus, terbangun dan membuka mata lebar-lebar serta memberikan perhatian serius terhadap Goa Putri Asih untuk mengembangkannya.

Goa yang hingga kini hidup dalam legenda “Putri Asih” atau “Putri Nawang Asih” ini bak etalase besar yang memajang ornamen batu di dalamnya. Ada ornamen stalaktit, stalakmit berupa pilar yang menjadi penyangga dari ruang kedua dan ketiga, ruang goa yang seluruhnya berjumlah enam goa.

Juga ada ornamen korden batu yang terbentuk dari tetesan air yang sangat tipis hingga membentuk menyerupai kelambu atau selendang. Rangkaian ornamen lainnya di antaranya soda strav, flow stone, helektit atau batu yang tumbuhnya dari stalaktit secara 0menyamping.

Belum lagi pesona heksentrik. Batu ini tumbuhnya dari stalaktit tapi tumbuh menyamping kemudian naik keatas. Sensasi tgak kalah menarik adalah calcite floor, Ornamen ini berasal dari lelehan flow stone yang menyatu dengan tanah dan membentuk ornamen.

Dari berbagai literatur yang ada, disebutkan stalakmit ini pertumbuhannya memerlukan waktu 50 tahun setiap centimeternya. Belum lagi flow stone yang menggantung sepanjang 5 meter bagaikan kuncup bunga yang akan mekar, Ini terbentuk juga karena lelehan.

Pertumbuhannya, permilimeter butuh waktu 50 tahun. Yang paling unik adalah soda straw atau drinking straw. Bentuknya kecil panjang tapi dalamnya berlubang seperti sedotan. Itu terjadi karena tetesan air.

Merunut Jejak  Putri Ayu dalam Sunyi

LEGENDA PUTRI ASIH: Secuil surga yang kini terkubur di bawah tegakan hutan jati petak 37 A, RPH Nguluhan, BKPH Mulyoagung, KPH Parengan ini, persisnya berada di Desa Nguluhan Kecamatan Montong.

LEGENDA PUTRI ASIH: Secuil surga yang kini terkubur di bawah tegakan hutan jati petak 37 A, RPH Nguluhan, BKPH Mulyoagung, KPH Parengan ini, persisnya berada di Desa Nguluhan Kecamatan Montong.

Sayangnya, surga yang berserakan itru masih belum dapat dinikmati oleh masyarakat. Karena goa bak surga yang tersembunyi dalam tanah ini belum dioperasionalkan secara resmi.

Penelusuran seputartuban.com Minggu (02/07/2015), goa dalam tanah sepanjang 300 meter ini terbagi menjadi enam ruang. Mulai memasuki goa langsung disuguhi panorama yang mengagumkan. Stalaktit dan stalakmit dengan bentuk beragam.

Mulai ruang model ruang pertemuan, perbukitan hingga menyerupai tebing mudah dilalui. Pada ruang bagian akhir, bentuk kubah masjid maupun tetesan air menambah andrenalin terus menyeruak selama perjalanan dalam goa. Belum lagi bebatuan yang menancap di tanah menyerupai candi membikin keunikan goa ini kian menjadi.

Uniknya lagi, saat menyurusi lorong goa sterasa sensasi yang jarang didapatkan di tempat lain. Karena tiap ruang goa memiliki keunikan dan bentuk bebatuan yang berbeda. Sehingga selama menikmati petualangan menakjubkan ini pengunjung akan selalu diliputi keheranan yang tidak pernah berhenti hingga keluar goa.

Kendati belum dibuka resmi tapi akhir pekan selalu ada pengunjung yang menikmati salah satu bukti keagungan Tuhan itu.

“Ini goa layak jadi tujuan wisata andalan Tuban. Karena tidak ada ditempat lain yang seperti ini. Selain itu bisa mengangkat ekonomi warga sekitarnya,” ungkap Dariadi, warga setempat.

Wisata yang dapat dijadikan destinasi primadona para pelancong ini ditemukan 2 September 2002 oleh pencari batu dari Desa Guwoterus Kecamatan Montong. Lokasinya tidak sulit ditemukan.

Dari Tuban kota kearah barat sekitar 33 kilometer atau menuju wilayah Kecamatan Montong. Kemudian dari jalan poros Kecamatan Montong-Singgahan tepatnya kawasan Dusun Ngindahan Desa Guwoterus masuk ke arah selatan sejauh 2 kilometer.  MUHAIMIN

Facebook Comments

About the Author

Displaying 2 Comments
Have Your Say
  1. Moden Marom berkata:

    waduh…. ternyata ada gua se indah itu di Tuban…. tak salah jika Tuban termasuk kota 1000 gua…. kita perlu bersyukur atas indahnya alam ciptaan Tuhan…

  2. Tarsimo berkata:

    Andai saja Bisa di buka lagi,,,lumayan untuk menyerap angka pengangguran daerah sekitar.