Published On: Sel, Mar 6th, 2012

Gizi Buruk, Bocah 5 Tahun Bobotnya 3 ½ Kilogram

Share This
Tags

Penulis : Pito Suwarsono

SEMANDING

Febri Nur Aini, sangat membutuhkan bantuan

seputartuban.com – Seorang bocah berumur 5 tahun,  berat badannya hanya 3 ½ kilogram, sama seperti saat dilahirkan. Ironisnya sang orang tua yang hanya seorang buruh bangunan, tidak punya cukup biaya untuk memberi gizi lebih kepada sang buah hatinya tersebut.

Sungguh ironis memang, banyak sekali rakyat yang miskin dan sakit jika tidak segera mendapatkan perhatian. Febri Nur Aini, bocah 5 tahun asal Desa Penambangan, Kecamatan Semanding, Tuban, Jatim ini, sejak umur 2 tahun, tubuhnya tidak bisa berkembang karena sakit dan menderita gizi buruk, sehingga pertumbuhannya menjadi terhambat.

Putri kedua pasangan Nuryanto Eko (33) dan Ngasumini (32) ini dilahirkan secara normal/ namun di usia 2 tahun, tubuh Febri justru semakin kecil, dan tidak bisa berkembang, sehingga berat badannya hanya 3 ½ kilogram, sama seperti saat Febri dilahirkan.

Kedua orang tua Febri sempat memeriksakannya ke Puskesmas hingga ke rumah sakit. Namun karena keterbatasan biaya, Febri akhirnya hanya dirawat di rumah berdinding bambu ini, dan sehari-hari di asuh oleh Dasih (60) neneknya, karena kedua orang tua Febri harus bekerja membanting tulang demi menafkahi buah hatinya tersebut.

Bahkan di usianya yang ke 5 tahun ini, Febri masih tidak bisa berjalan. Jangankan berjalan, untuk berdiri saja Febri tidak bias. Sementara tubuhnya juga rapuh dan kurus kering untuk bocah se-usianya.

Kepada seputartuban.com yang mengunjungi rumahnya beberapa hari lalu di Desa Penambangan, Kec. Semanding, Tuban, Dasih, nenek Febri mengeluhkan kondisi cucunya tersebut, sejak umur 2 tahun tubuh Febri justru mengecil dan tidak bisa berkembang normal.

“nggak tahu ini mas, sejak usia 2 tahun tubuh Febri semakin mengecil,” katanya dalam Bahasa Jawa.

Saat diperiksakan kedokter, orang tua Febri disarankan agar membawa Febri ke rumah sakit Dr Soetomo Surabaya untuk dioperasi, namun niatnya menjadi urung karena tidak punya cukup biaya operasi. Nahasnya orang tua Febri hingga saat ini tidak bisa menggunakan jaminan kesehatan dari Pemerintah karena tidak punya kartu Jamkesmas.

Sementara itu menurut dokter yang sempat memeriksanya, Febri menderita kelainan sejak dilahirkan. Kelainan yang berakibat kemunduran mental dan gizi buruk tersebut bisa disebabkan oleh kurangnya penanganan sejak ibu hamil.

“febri ini menderita gizi buruk sejak dilahirkan, dan perlu penanganan serius dari Pemerintah setempat,” kata Dokter Bambang Lukmantono kepada seputartuban.com yang ditemui di rumahnya di Jalan Veteran Tuban.

Kondisi Febri yang menderita gizi buruk ini, memaksa kedua orang tua Febri untuk merawat buah hatinya tersebut di rumah, karena ketiadaan biaya. Febri sangat membutuhkan uluran tangan dari para dermawan.

Facebook Comments

About the Author

Displaying 5 Comments
Have Your Say
  1. kebanyakan pasien gizi buruk bukan murni dari gizi buruk, tapi mayoritas ada penyakit penyerta. bisa sejak dalam kandungan yg tak terprediksi. kondisi seperti ini bukan seutuhnya kesalahan dari tenaga kesehatan dan pemerintah, kadang masyarakat tidak sadar akan kesehatannya.lantas, kenapa tdk ada biaya ke rumah sakit? padahal pemerintah sudah memfasilitasi untuk penanganan gizi buruk?

  2. RSU.Dr.Koesma berkata:

    sudah tau gitu kenapa tidak di laporkan ajah,segera ada penanganan,biar tdk terlanjur parah, redaksi boleh melaporkan ke dinas terkait.boos.

  3. baja sosial berkata:

    q turut terharu melihat nya,hari gini masih ada ajah yang gizi buruk,q berharap redaksi bersedia mempublikasikan ke massyarakat,agar tau,warga indonesia masih ada yg gizi buruk…

  4. baja sosial berkata:

    triiiiiiiiiiiims….