Published On: Sab, Jul 25th, 2015

Giliran Sidonganti dan Gaji Dapat Kiriman Air Polisi

KEREK

OPERASI KEMANUSIAAN : Petugas Polsek Kerek saat membagikan air bersih kepada warga Desa Gaji, Ke. Kerek, Sabtu (25/07/2015)

OPERASI KEMANUSIAAN : Petugas Polsek Kerek saat membagikan air bersih kepada warga Desa Gaji, Ke. Kerek, Sabtu (25/07/2015)

seputartuban.com – Menindaklanjuti perintah Kapolres Tuban melaksanakan operasi kemanusiaan memberikan bantuan kekeringan, Polsek Kerek, Sabtu (25/07/2015) mengirimkan bantuan air bersih ke Desa Sidonganti dan Desa Gaji, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban.

Bantuan diberikan kepada warga Dusun Sidorejo, Desa Gaji dan Desa Sidongganti, Kecamatan Kerek. Kedua desa itu mengalami kesulitan air, bahkan untuk mengambil air bersih warga harus menempuh jarak hingga 2 kilometer.

Kapolsek Kerek, AKP. Tamami mengatakan kegiatan wujud kepedulian kepada masyarakat. Selain ke dua desa itu, Polsek Kerek juga akan memberikan bantuan air bersih ke desa lainya yang mengalami kekeringan.

“Ini bentuk bahwa kita sebagai pelayan masyarakat dan ini akan terus dilakukan, desa-desa lain yang kekurangan air juga akan kita bantu,” jelasnya.

Polsek Kerek mengerahkan 3 unit mobil tangki berisi 5.000 liter, dan 1 mobil pik up yang dipasang penampung air 1.500 liter, serta mobil patroli dengan kapasitas penyimpanan 1.000 liter air. Dua mobil diarahkan ke Dusun Sidorejo, Desa Gaji dan sisanya diarahkan ke Desa Sidonganti.

“Kita akan berikan bantuan air bersih bila mayarakat membutuhkan dengan menggunakan mobil patroli, sekaligus sambil melakukan patroli,” sambung Kapolsek Kerek.

Sementara itu, Kepala Dusun (Kadus) Sidorejo, Desa Gaji, Liyun mengatakan masyarakatnya sangat senang. Sebab sudah 1 bulan lebih masyarakat kesulitan air. Bahkan mereka rela membeli yang jaraknya lebih 2 km dengan menggunakan sepeda motor. “Kita sangat senang dapat bantuan air bersih dari bapak Polisi,” ujar Kadus.

Liyun menambahkan, bahwa di Dusunnya yang berpenduduk sebanyak 600 KK itu sudah 1 bulan lebih mengalami kekeringan. Untuk memenuhi kebutuhan air itu, warga harus membeli dengan harga Rp. 1.000 tiap 30 liter. “Kita berharap masalah ini segera ada solusinya, sehingga tiap kali musim kemarau tidak kesulitan air bersih,” sambungnya.

Sedangkan di Desa Sidonganti kondisinya lebih parah, ada sebanyak 1.010 KK dari 1.557 KK yang ada mengalami kekurangan air bersih. Sebab di desa itu hanya ada 1 sumber air yang berada disalah satu dusun.

Pemkab Tuban sudah 2 kali memberikan bantuan pengeboran air bersih namun tidak berhasil. Selain kecilnya debit air bahkan pernah tidak keluar. Saat musim kemarau, warga harus membeli air bersih seharga Rp. 2.500 sampai Rp. 3.000 tiap 30 liter.

Sehingga setiap harinya, warga harus mengeluarkan uang sebesar Rp. 15.000 untuk membeli air bersih. Padahal penduduk mayoritas sebagai buruh tani.

Kepala Desa Sidonganti, Ahmadi mengatakan, ia berharap Pemkab Tuban memberikan perhatian serius dengan memberikan solusi atas permasalahan ini. Karena kesulitan air bersih menjadi langganan tiap kemarau dan sudah turun temurun. “Kita memimpikan di desa ini tercukupi air bersihnya, sehingga masyarakat tidak menderita tiap kali musim kemarau,” keluh Kades.

Diketahui, saat ini Desa Sidonganti mendapatkan bantuan sebesar Rp. 500 juta untuk pipanisasi air bersih dari sumber air krawak, Desa Guwo Terus, Kecamatan Montong. Namun tidak bisa menyelesaikan masalah, sebab selain jaraknya jauh juga terkendala operasional mesin genset membutuhkan dana besar tiap harinya. “Kita berharap ada bantuan pengadaan listrik dari Pemkab, buka genset,” harapnya. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author