Published On: Rab, Apr 1st, 2015

Giliran Gudang Penimbun Pupuk Palang Digerebek

PALANG

BODONG: Kapolsek Palang AKP Murni Komariyah bersama Danramil Palang Kapten Infanteri Sunarjo saat berada di kios pupuk bersubsidi di Desa Leran Kulon, Rabu (01/04/2015) siang.

BODONG: Kapolsek Palang AKP Murni Komariyah bersama Danramil Palang Kapten Infanteri Sunarjo saat berada di kios pupuk bersubsidi di Desa Leran Kulon, Rabu (01/04/2015) siang.

seputartuban.com–Tengara adanya jaringan mafia pupuk bersubsidi yang membuat bahan dasar kebutuhan petani di Kabupaten Tuban menjadi langka kian terkuak.

Ini setelah aparat gabungan Polsek Palang, Koramil Palang serta Unit II Sat Reskrim Polres Tuban, menggerebek sebuah gudang yang menimbun pupuk bersubsidi di Desa Leran Kulon, Kecamatan Palang, Rabu (01/04/2015) siang.

Kapolsek Palang, AKP Murni Kamariah, mengungkapkan hasil awal penggrebekan ini dari informasi masyarakat yang dikembangkan. Setelah dipastikan kebenarannya, tim gabungan kemudian menyisir gudang milik Haji P warga Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan.

Dalam penggerebekan itu aparat gabungan menemukan 1,5 ton pupuk bersubsidi dalam kemasan 31 sak. Dengan rincian pupuk jenis urea 11 sak, Ponska 14 sak dan ZA 6 sak.

Keterangan di lapangan, timbunan pupuk bersubsidi tersebut diecer Haji P kepada petani dengan berkedok kios. Padahal dia bukan termasuk salah satu kios pupuk bersubsidi di Kabupaten Tuban.

“Menurut saksi pupuk dikirim dari Brondong Lamongan. Pemilik kios belum bisa dimintai keterangan karena masih berada di rumahnya Brondong,” ungkap Murni.

Barang bukti dan kasus ini kemudian dilimpahkan ke Sat Reskrim Polres Tuban untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Sebelumnya, upaya Menteri Pertanian menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) ikut mengawal dan memantau distribusi pupuk bersubsidi, direspon jajaran Kodim 0811 Tuban dengan tindakan konkret di lapangan.

Debut keberpihakan TNI kepada petani tersebut ditandai aparat Koramil Montong dengan menggulung pengiriman 3 ton pupuk bersubsidi tanpa dokumen, Rabu (18/03/2015) pagi di jalan raya poros desa Guwoterus-Nguluhan. MUHAIMIN

Facebook Comments

About the Author