Published On: Sel, Nov 10th, 2015

Gerakan Rumah Burung Hantu Koramil Plumpang

PLUMPANG

MANUNGGAL : Babinsa bersama petani saat membangu rumah burung hantu di sawah

MANUNGGAL : Babinsa bersama petani saat membangu rumah burung hantu di sawah

seputartuban.com – Babinsa Kedungsoko, Koramil Plumpang bersama petani setempat melaksanakan gerakan membangun rumah burung hantu. Hal ini diharapkan selain menyeimbangkan ekosistem juga dapat memberantas hama tikus secara tepat dan alamiah.

Lahan seluas 480 hektar dibangun 36 kandang, masing-masing berisi 1 hingga 2 pasang jantan dan betina burung hantu jenis Tyto Alba. “Warga ada yang melakukan penangkaran lalu kita kembangkan,” ungkap Danramil Plumpang, Kapten Inf. Istoha, Selasa (10/11/2015).

Babinsa Kedungsoko, Serma Lilik S bersama petani membangun kandang atau rumah burung hantu secara swadaya. Bentuknya rumah burung ditopang tiang, sehingga menjulang tinggi. “Untuk mengusir hama tikus secara alami tanpa merusak ekosistem yang ada,” katanya.

Dipilihnya burung jenis Tyto Alba karena burung ini 90 persen pemakan tikus. Mempunyai kemampuan berburu sangat tinggi, cekatan mengejar dan menyambar tikus sampai ke tanah. Tiap malam mampu memakan tikus 2 sampai 3 ekor, serta tetap membunuh tikus jika dilihat meski tidak dimakan.

BERDAYA : Lokasi penangkaran burung hantu jenis Tyto Alba yang dikembangkan untuk membasmi hama tikus

BERDAYA : Lokasi penangkaran burung hantu jenis Tyto Alba yang dikembangkan untuk membasmi hama tikus

Memiliki pengelihatan yang tajam pada intensitas cahaya rendah, dan pendengarannya peka dlm jarak jauh serta mampu mendengar cicit tikus sekitar 500 meter. Selain itu juga kkejelian saat mengincar dan ketepatan menyambar mangsa sangat tinggi tanpa didengar mangsa. Karena kepekan sayap tanpa suara karena bulunya halus. Serta memiliki daya jelajah berburu hinngga 12 KM.

Burung hantu ini berburu hanya saat malam hari saja. Karena saat siang, seharian akan selalu berada di sarangnya. “Semoga upaya bersama masyarakat ini dapat membantu mewujudkan ketahanan pangan nasional,” imbuhnya.

Dengan gerakan ini, petani tidak perlu mengeluarkan biaya banyak untuk membasmi hama tikus. Selain itu juga tidak semakin merusak ekosistem. Karena pembasmian tikus dilakukan secara alami. MUHAIMIN

Facebook Comments

About the Author