Published On: Ming, Feb 12th, 2017

Gelombang Tinggi Sebabkan Harga Ikan “Meroket”

seputartuban.com, TUBAN – Gelombang setinggi 3 hingga 4 meter disebabkan kecepatan angin mencapai 42 Knot/jam yang berada di wilayah Kabupaten Tuban sejak Selasa (7/2/2017) lalu. Karena kondisi itu membuat nelayan enggan melaut dan pasokan ikan berkurang.

HARGA MEROKET : Karena kekurangan pasokan, harga ikan melonjak hingga 100 persen dari harga normal.

Dampaknya adalah harga ikan naik hingga 100 persen. Seperti yang diungkapkan Siti Muawanah (42), salah seorang pedagang ikan di pasar ikan Desa Karadenan Kecamatan Palang. Dia menyampaikan, ikan yang dijualnya hasil beli dari nelayan yang mencari ikan tidak jauh dari bibir pantai. Sehingga jumlahnya tidak banyak jika dibanding dengan hasil mencari ikan di laut lepas. “Jarang ada yang melaut. Meskipun ada, mereka tidak berani jauh-jauh,” katanya.

Harga komuditas ikan laut mengalami kenaikan sejak 2 pekan terakhir. Bahkan mencapai 100 persen jika dibandingkan dari harga ikan pada kondisi normal.

Untuk harga ikan jenis kakap merah, saat ini sebesar Rp 48.000,- per Kg sedangkan harga sebelumnya sebesar Rp 29.000,- per Kg. Ikan kerapu merah mata besar saat ini sebesar Rp 28.000,- per Kg dari harga sebelumnya sebesar Rp 17.000,- per Kg. Ikan togek saat ini sebesar Rp 38.000,- per Kg harga sebelumnya sebesar Rp 17.000,- per Kg.

Sedangkan untuk Cumi cumi berkisar Rp 74.000,- per Kg dari harga sebelumnya Rp 42.000. Udang kipas dan udang ronggeng besar saat ini sebesar Rp 85.000,- harga sebelumnya Rp 45.000,- per Kg. Rajungan saat ini sebesar Rp 85.000,- per Kg dari harga sebelumnya Rp 54.000,- per Kg. Kepiting besar saat ini Rp 87.000,- per Kg dari harga sebelumnya Rp 47.000.

Naiknya harga hasil laut disebabkan berkurangnya pasokan dari nelayan. “Ombaknya tinggi, sehingga tidak banyak nelayan yang berani melaut. Hal itu memicu harga ikan menjadi naik,” Pungkasnya.

Diketahui, berdasarkan data yang dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban. Analisa medan angin saat ini sedang terjadi pusat tekanan rendah di samudra hindia, sebelah barat benua australia.

Mengakibatkan terjadinya peningkatan kecepatan angin mencapai 35 Knot diseluruh wilayah laut di Jawa Timur. Serta berpotensi menyebabkan gelombang laut dengan tinggi 5 meter, kondisi seperti ini diperkirakan akan berlangsung hingga Senin (13/2/2017). ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author