Published On: Rab, Nov 4th, 2015

Komplotan Maling Sapi Ternyata DPO Curanmor Polres Tuban

TUBAN

BEBER KASUS: Kapolres Tuban AKBP Guruh Arif Darmawan didamping Kasubag Humas AKP Elis Suendayati dan Kasat Reskrim AKP Suharta saat melakukan beber perkara pencurian sapi, Selasa (03/11/2015) siang.

BEBER KASUS: Kapolres Tuban AKBP Guruh Arif Darmawan didamping Kasubag Humas AKP Elis Suendayati dan Kasat Reskrim AKP Suharta saat melakukan beber perkara pencurian sapi,
Selasa (03/11/2015) siang.

seputartuban.com-Keluar masuk penjara justeru membuat Susilo Darsono (31) warga Desa Waleran, Kecamatan Grabagan, semakin liat saja.

Buktinya, meski masuk daftar pencarian orang (DPO) Polres Tuban karena serangkaian kasus pencurian sepeda motor (curanmor), masih sempat-sempatnya Susilo Darsono melakukan aksi kejahatan.

Kali ini yang digasak gembong curnmor buronan Polres Tuban ini adalah tujuh ekor sapi milik Karsilan (65) dan Suprapto (43) warga Dusun Tlogoagung, Desa Temandang, Kecamatan Merakurak. Peristiwa ini belangsung mulus Minggu (01/11/2015) dini hari pukul 03:00 wib.

Sayangnya, DPO Susilo keburu dibekuk tim Reskrim Polres Tuban saat tengah melakukan transaksi sapi curiannya di Kecamatan Sukorame, Lamongan, dengan aparat polsek setempat, Senin (02/11/2015) pukul 05.00 wib.

Kapolres Tuban, AKBP Guruh Arif Darmawan, mengatakan dari penangkapan itu terungkap ternyata Susilo adalah DPO curanmor yang selama ini meresahkan masyarakat.

TAK BERKUTIK: Tersangka Susilo yang juga DPO curanmor bersama anggota komplotannya Mulyadi saat menjalani pemeriksaan di Polres Tuban, Selasa (03/11/2015) siang.

TAK BERKUTIK: Tersangka Susilo yang juga DPO curanmor bersama anggota komplotannya Mulyadi saat menjalani pemeriksaan di Polres Tuban, Selasa (03/11/2015) siang.

“Tersangka ini DPO curanmor yang selama ini kita buru. Tersangka kita tangkap berkat kerjasama dengan jajaran Polsek Sukorame,” tutur Guruh saat menggelar konferensi pers dan gelar tersangka di Mapolres Tuban, Selasa (03/11/2015) siang.

Dia menjelaskan, dari penggerebegan tersebut polisi berhasil mengamankan enam ekor sapiyang masih hidup dan seekor lainnya sudah tak bernyawa. Ikut diamankan pula sebuah truk bernopol K 1437 LD yang digunakan mengangkut sapi-sapi curian itu, beserta sopirnya Wagiran (30) warga Desa Sumber, Kecamatan Menden, Kabupaten Blora.

Tidak itu saja. Dari dalam truk polisi juga menemukan kunci leter T dengan tujuh mata kunci yang sudah dimodivikasi berbagai ukuran. Barang-barang tersebut diduga akan digunakan tersangka mencuri sepeda motor, yang memang selama ini menjadi keahliannya. Tiga telepon genggam juga disita dari tangan tersangka.

“Tersangka ini merupakan spesialis curanmor yang sudah melarikan beberapa kendaraan bermotor serta beberapa komponen inti kendaraan jenis alat berat,” imbuh Guruh.

Menurut dia, dalam melakukan aksinya menggasak tujuh ekor sapi milik dua warga Kecamatan Merakurak itu, tersangka Susilo dibantu anggota komplotannya Mulyadi (53) warga Dusun Soko, Desa Bungur, Kecamatan Kanor, Bojonegoro.

Polres Tuban Kembalikan Semua Sapi Kepada Pemiliknya

BARANG BUKTI: Inilah sapi hasil curian komplotan Susilo yang langsung diserahkan kepada pemiliknya di Desa Temandang, Kecamatan Merakurak.

BARANG BUKTI: Inilah sapi hasil curian komplotan Susilo yang langsung diserahkan kepada pemiliknya di Desa Temandang, Kecamatan Merakurak.

Pada bagian lain, Kapolres Tuban AKBP Guruh Arif Darmawan, menyatakan semua barang bukti berupa enam sapi yang berhasil disita dari komplotan Susilo langsung dikembalikan kepada pemiliknya Karsilan dan Suprapto di Dusun Tlogoagung, Desa Temandang, Kecamatan Merakurak.

“Seluruh hewan ternak hasil pencurian itu sudah kami serahkan pada masing-masing pemiliknya. Prosesinya langsung diserahkan Kapolsek Merakurak AKP Benu Hamzah Senin kemarin pukul 17:30 wib,” tegas Guruh.

Kapolres lantas membeberkan kronologi pencurian sapi tersebut. Sabtu (31/10/2015) pukul 13.00 wib, tersangka Susilo beserta Mulyadi melakukan survei lokasi di Dusun Tlogoagung, Desa Temandang, Merakurak.

Dari hasil survei lapangan itu keduanya menemukan dua kandang sapi yang letaknya terpaut jauh dari rumah pemiliknya. Setelah mendapatkan target operasinya, Minggu (01/11/2015) pukul 21.00 wib, Mulyadi kemudian mencari penyewaan kendaraan jenis dump truk di Pasar Agrobis Babat, Lamongan, untuk mengangkut hasil jarahannya.

Setelah semuanya siap, Mulyadi kemudian menghubungi Suyono (47) warga Desa Panjangaglik, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro, selaku perantara yang kemudian mempertemukan calon pembeli di Kecamatan Sukorame, Lamongan.

Guruh menandaskan, seluruh tersangka dijerat pasal 363 ayat 1 dan 4 KUHP tentang pencurian dengan ancaman pidana selama 7 tahun. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author