Published On: Kam, Sep 22nd, 2016

Gara-gara Tongklek, Bacok Tetangga Hingga Kaki Putus

KEREK

seputartuban.com – Supari (38) warga Desa Trantang, Kecamatan Kerek, Kamis (22/9/2016) sekitar pukul 6.30 WIB membantai korban yang tidak lain tetangganya sendiri, Tarbi (50). Akibat kejadian itu korban tewas di lokasi kejadian dengan sejumlah luka bacok, bahkan kaki kirinya putus.

MENGENASKAN : Kondisi korban saat petugas melakukan olah tempat kejadian perkara

MENGENASKAN : Kondisi korban saat petugas melakukan olah tempat kejadian perkara

Sebelum kejadian, korban sedang duduk ditempat reparasi elektronik depan rumah tetangganya milik Saniran (32). Pelaku kemudian mendatangi korban, tanpa bicara dia langsung menebas korban dengan parang yang dibawanya. Bacokan pertama mengenai korban hingga menyebabkan dia tersungkur ke tanah.

Melihat korbanya tidak berdaya, pelaku melanjurkan aksinya dengan terus membacok korban. Hingga akhirnya korban bersimbah darah, karena mengalami luka hampir disekujur tubuhnya. Yakni kepala bagian depan, tangan kanan nyaris putus bahkan kaki kiri korban putus.

Banyaknya luka yang diderita korban, menyebabkan darah segar berlumuran di lokasi kejadian. Diduga korban meregang nyawa karena terlalu banyak darah yang keluar dari tubuhnya. Usai menghabisi korban, pelaku langsung ke rumah Kepala Desa untuk menyerahkan diri dengan membawa sebilah parang yang dipakai membunuh korban.

Kades Trantang, Kasmuri mengatakan bahwa setelah mendapatkan laporan dari warga, ia langsung menghubungi Polsek Kerek. Saat tiba di tempat kejadian perkara korban masih bernafas namun tidak bertahan lama meninggal dunia. Dugaan sementara karena pelaku menyimpan dendam kepada korban.

Satu bulan yang lalu saat korban sedang melakukan tongklek keliling dihentikan oleh bapak pelaku. Berselang beberapa hari kemduian dari penghentian itu, rumah bapak pelaku dilempari batu dan korban dituduh pelakunya pelemparanya. “Korban dituduh melempari rumah ayah pelaku,” ujar Kades.

Wakapolres Tuban, Kompol. Arief Kristanto mengatakan pihaknya masih mendalami kejadian itu. Tim identifikasi sudah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti. Saat tim datang, kondisi korban sudah meningal dunia.

Pihaknya belum dapat memastikan motif pembunuhan karena masih akan dilakukan serangkaian pemeriksaan. Pelaku sudah diamankan bersama barang bukti pakaian korban dan sebilah parang. Usai dilakukan identifikasi mayat korban dibawa ke RSUD Dr. Koesma Tuban selanjutnya diserahkan keluarga untuk dimakamkan. “Motifnya masih kita dalami, dugaan sementara karena dendam,” jelas Wakapolres yang juga mantan Kasatreskrim tersebut. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author