Published On: Sel, Nov 15th, 2016

Gara-gara Medsos, Penderita Hidrosefalus Ditangani

TUBAN

seputartuban.com – Gara-gara populer di Media Sosia (Medsos) Facebook, Joko Waras, balita berusia 14 bulan asal Dusun Lampah, Desa Sumberejo, Kecamatan Rengel mendapat perhatian dari Pemkab Tuban. Balita penderita Hidrosefalus akan ditanggung pemkab untuk biaya medisnya. Senin (14/11/2016) pagi menjalani pemeriksaan awal di RSUD Dr R Koesma Tuban.

MEMPRIHATINKAN : Kondisi Joko Waras dan ibunya

MEMPRIHATINKAN : Kondisi Joko Waras dan ibunya

Awalnya informasi ini menyebar di Medos lantaran salah satu relawan Tagana dan KSB Kecamatan Rengel tanpa sengaja bertemu dengan Joko Waras. Melihat kondisinya sangat memprihatinkan, kemudian mengunggah foto-foto balita anak dari Dewi Indah Setyo Rini (20) ke Medsos. Hasilnya sangat mendapatkan simpati dari pengguna internet (Netizen). Bahkan sejumlah komunitas secara sukarela mengumpulkan bantuan kemudian menyerahkan ke rumahnya langsung.

Populernya informasi ini kemudian membuat Pemkab Tuban melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban bergerak membantu. Akan menggratiskan biaya berobat dan operasi bagi Joko Waras. Namun biaya hidup dan lainya tidak termasuk akan ditanggung.

Direncanakan akan dilakukan operasi tranpalansi saluran cairan otak. Yakni  mengalirkan cairan yang tersumbat di otak bagian dalam untuk dialirkan menuju tulang belakang. Hal itu dilakukan mengingat penyakit dengan cirri-ciri kepala membesar yang disebabkan sumbatan permanen ini, sangat berbahaya jika tidak segera ditangani.

“Sekarang sudah di rumah sakit, demi kemanusiaan maka kita segera lakukan penanganan dengan melibatkan Dokter spesialis bedah saraf. Seluruhnya dibiayai pemerintah daerah,” Terang Kepala Dinkes Tuban, Saiful Hadi. Senin, (14/11/2016) siang.

Dari data sementara yang sudah dimiliki Saiful, penyakit yang hanya dapat ditemukan dengan perbandingan 1000 danding 1 itu berawal sejak 2 Bulan setelah dilahirkan. Yakni dari benjolan kecil yang terdapat diarea hidung yang terus membesar seiring berjalannya waktu.

Sedangkan penyebab membesarnya kepala korban, karena cairan yang terdapat didalam otak tidak dapat bersirkulasi dengan benar lantaran terdapat penyumbatan permanen pada otak bagian tengah. Sehingga, solusi penyembuhanya ialah dengan dilakukan pembedahan syaraf untuk mengurangi cairan berlebih tersebut. Yakni dipasang selang untuk mengalirkan cairan dari otak dalam untuk dialirkan menuju tulang bagian belakang.

Kemungkina besar resiko yang akan dialami selain lamanya penyusutan diameter tulang kepala kembali pada ukuran normal, hidrosefalus tersebut dimungkinkan dapat menyebabkan menurunya tingkat kecerdasan balita. Karena terganggunya sistim otak, dan dampak sosial pada keluarga. “Kami berharap masyarakat turut berperan, diantaranya dengan memberikan dukungan mental terhadap pihak keluarga dan tidak mengucilkan dikemudian hari,” harapnya.

Masih menurut Saiful, dari jenis penyakit serupa yang sudah dilakukan penanganan sebelumnya. Hidrosefalus disebabkan diantaranya karena kawin muda, kurangnya nutrisi bagi balita saat masih berada didalam kandungan. Serta beberapa diantaranya disebabkan oleh ibu yang gemar konsumsi produk jamu sembarangan saat hamil.

Nasib berbeda dialami, 2 penderita Hidrosefalus lainya dari Kecamatan Soko. Hingga saat ini belum mendapat perhatian serius dari Pemkab Tuban. Muhammad Syahril Putra (3), asal Warga Dusun Krapyak, RT 6 RW 3, Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, hingga kini belum mendapat perhatian.

Sedangkan Aqila Febri Anggraeni (1,5) anak dari pasangan Cipto (22) dan Siska (21).Tinggal di Dusun Krajan, RT 1 RW 3 desa setempat lebih dahulu ditangani secara medis dengan menggunakan jaminan kesehatan. Karena telah lama menunggu tidak kunjung mendapat perhatian. ARIF AHMAD AKBAR

Berita sebelumnya : Selalu Berpuasa, Menunggu Keajaiban Anaknya Sembuh Dari Hidrosefalus

 

Facebook Comments

About the Author

Videos