Published On: Rab, Des 28th, 2016

Gara-gara Jalan Rusak, 230 Nyawa Melayang Sia-sai

seputartuban.com, TUBAN – Persoalan kerusakan jalan Nasional yang membentang sejak diwilayah perbatasan Tuban-Babat hingga perbatasan Tuban – Rembang membawa korban nyawa. Bahkan menjadi pemicu meningkatnya kejadian Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) di Tuban, bahkan menempati peirngkat tertinggi di Jawa Timur.

Kasat Lantas Polres Tuban, AKP Eko Iskandar

Berdasarkan data di Polres Tuban, kerusakan jalan dengan kondisi bergelombang dan berlubang, sejak Jumat (1/1/2016) sampai dengan Selasa (28/12/2016) menyebabkan ratusan jiwa melayang. Serta mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Sepanjang waktu tersebut, sebanyak 230 nyawa melayang sia-sia menjadi korban Laka Lantas yang disebabkan jalan rusak. Diperkirakan pada penghujung tahun akan terus bertambah seiring volume kendaraan juga meningkat. Tingginya kejadian Laka Lantas menyebabkan wilayah Kabupaten Tuban menempati nomor pertama dan kedua secara fluktuatif setiap bulanya se Jatim. “Untuk wilayah Black Spot-nya saat ini berada disepanjang jalur nasional,” terang Kasat Lantas Polres Tuban, AKP Eko Iskandar, Senin (27/12/2016) siang.

Dari data umum yang dimiliki Unit Laka Sat Lantas Polres Tuban. Rincianya, dalam kurun waktu tersebut sudah terjadi sebanyak 1.489 kejadian Laka Lantas dengan korban meninggal sebanyak 230 jiwa. Korban luka berat sebanyak 29 dan korban luka ringan sebanyak 2.171. Sedangkan dengan jumlah kerugian materil mencapai Rp 4.744.300.000,-

Laka Lantas di jalan nasional sebanyak 574 kejadian, jalan kabupaten sebanyak 321 kejadian, jalan desa sebanyak 288 kejadian. Kawasan jalan provinsi sebanyak 154 Kejadian serta wilayah kota sebanyak 150 kejadian.

Sedangkan jika dirunut sesuai faktor jalan, sebanyak 340 kejadian kecelakaan terjadi dijalan yang berlubang, 26 kejadian kecelakaan terjadi dijalan yang memiliki tikungan tajam. 9 kejadian kecelakaan terjadi pada ruas jalan yang tidak disertai lampu penerangan jalan dan 7 kejadian kecelakaan terjadi karena jalan licin. “Upaya untuk menurunkan tingginya jumlah Laka Lantas itu, hal ini tidak serta merta menjadi tanggung jawab pihak Kepolisian, melainkan melalui keterlibatan peran serta seluruh masyarakat juga.” pungkasnya.

Jumlah korban meninggal akibat Laka Lantas ditahun ini cenderung meningkat jika dibandingkan data korban meninggal ditahun 2015. Pada 2016 kurun waktu tersebut diatas, sebanyak 245 korban meninggal dunia sedangkan tahun 2015 sebanyak 210 korban meninggal dilokasi kejadian. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author