Published On: Kam, Jun 18th, 2015

Gandakan Uang di Makam Berujung Jadi Pesakitan

BANCAR

TIDAK SAKTI : Inilah lokasi penggandaan uang yang digunakan tersangka

TIDAK SAKTI : Inilah lokasi penggandaan uang yang digunakan tersangka

seputartuban.com – Rosidi alias Gus Makrub (50), warga Desa Bangunrejo, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang menjadi tersangka setelah dilaporkan korbanya. Dia gagal menggandakan uang Rp. 2 juta menjadi Rp. 60 juta di Makam Desa Sembungin, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban.

Data di Polsek Bancar menyebutkan kejadian ini bermula pada Rabu (10/06/2015) korban, Sapuan, Purnomo, Ponidi, Saifullah dan Sidik, warga Desa Payung Mulya, Kecamatan Pubian, Kabupaten Gunung Sugih, Lampung Tengah, mendatangi rumah tersangka dan meminta agar usahanya lancar.

“Korban dan tersangka tidak saling kenal, tapi korban yang datang kerumah tersangka,” kata, Kapolsek Bancar, AKP. Supar, Rabu (17/06/2015).

GAGAL : Inilah alat ritual menggandakan uang yang dipakai tersangka

GAGAL : Inilah alat ritual menggandakan uang yang dipakai tersangka

Kemudian tersangka menjanjikan uang Rp. 600 juta dengan syarat melakukan ritual. Korban harus memenuhi beberapa persyaratan. Diantaranya 2 meter kain putih, 3 bungkus kembang telon, 1 buah kendil, 3 bungkus nasi, dupa, air mineral, minuman rasa dan parfum. Kemudian seluruh syarat tersebut diatasnya harus ditaruh uang tunai Rp. 2 juta.

Kemudian mereka menuju ke makam lokasi ritual di Desa Sembungin. Ketika sampai dia memulai melakukan ritual, tersangka melafalkan kalimat “Laailah ilaa haillallah” secara terus menerus.

Setelah itu, tersangka memberikan air mineral yang ditaruh didalam kendil, sudah dicampur dengan minuman rasa dan parfum agar diminum secara bergantian. Setelah ritual itu berjalan satu jam dengan mengelilingi makam, korban Saifullah jatuh pingsan, disusul Ponidi. Setelah kejadian ini, ritual dibubarkan.

“Karena melihat kedua temannya yang pingsan, Sapuan mengajak kedua temannya dan pelaku membawa ke Puskesmas Jatirogo,” sambung Kapolsek.

Namun, sebelum sampai di Puskesmas Jatirogo, korban membelokkan kendaraannya ke Mapolsek Jatirogo dan melaporkan kejadian itu. Sedangkan kedua korban yang pingsan dibawa ke Puskesmas Jatirogo, yang akhirnya dirujuk ke RSUD Dr. Koesma Tuban untuk mendatkan perawatan karena kondisinya yang lemas.

Karena kejadian diluar wilayah hukum Polsek Jatirogo. Kasusnya kemudian dilimpahkan ke Polsek Bancar. Setelah dimintai keterangan korban, Gus Makrub ditetapkan sebagai tersangka dan kini sudah dijebloskan ke Lapas Tuban.

“Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 378 KUHP jo pasal 53 (1) dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara, karena melaksanakan perbuatan penipuan,” tegasnya.

Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa peralatan yang dipakai untuk melakukan ritual, dan air oplosan minuman rasa dan parfum yang menyebabkan korban pingsan. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author