Published On: Sab, Jul 5th, 2014

Gairahkan Pilpres 2014 KPUD Turun Jalan

Share This

TUBAN

JEMPUT BOLA: Guna membangkitkan animo masyarakat datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dalam pilpres 9 Juli nanti, KPUD TUban turun ke jalan melakukan sosialisasi.

JEMPUT BOLA: Guna membangkitkan animo masyarakat datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dalam pilpres 9 Juli nanti, KPUD TUban turun ke jalan melakukan sosialisasi.

seputartuban.com-Guna membangkitkan animo masyarakat datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dalam pilpres 9 Juli nanti, KPUD TUban turun ke jalan melakukan sosialisasi.

Upaya ini dilakukan sebagai upaya menekan angka ketidakhadiran yang dalam pileg lalu mencapai 24 persen dari total 922.858 pemilih.

Salah satu upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam agenda pemilihan presiden dan wakil presiden, KPUD Tuban gencar menggelar sosialisasi ke pasar-pasar dan tempat lain  berkumpulnya masyarakat. Paling anyar penggawa KPUD membagikan bunga, brosur dan stiker yang berisikan ajakan untuk memilih pada 9 Juli mendatang di kawasan rest area, eks Terminal Tuban, di Jalan Teuku Umar.

Komisioner KPUD Tuban, Yayuk Dwi Agus Sulistiyorini, mengatakan cara itu dianggap paling efektif dan bisa mengena langsung kepada masyarakat.

TEKAN GOLPUT: KOmisioner KPUD Tuban saat menggelar sosialisasi ke pasar-pasar dan tempat lain  berkumpulnya masyarakat.

TEKAN GOLPUT: KOmisioner KPUD Tuban saat menggelar sosialisasi ke pasar-pasar dan tempat lain berkumpulnya masyarakat.

“Kita berharap partisipasi masyarakat pada pilpres besok lebih meningkat dibandingkan pileg kemarin. Kita targetkan angka golput atau pemilih minimal sama dengan tingkat kehadiran dalam pemilu legislatif April lalu,” tutur Yayuk, Sabtu (05/07/2014) siang.

Disebutkan, dalam pelaksanaan pemilihan legislatif kemarin, pemilih yang tidak hadir sebanyak 24 persen dari sebanyak 922.858 pemilih. Sedangkan dalam pelaksanaan coblosan pilpres nanti jumlah pemilih 929.160 orang.

Namun demikian, dari hasil pengamatan di lapangan sosialisasi yang dilakukan KPUD hanya sebatas di kawasan perkotaan saja. Sementara untuk tingkat kecamatan dan desa sangat minim. Bahkan boleh dibilang tidak ada sosialisasi sama sekali. Padahal kawasan perdesaan sangat  perlu mendapatkan sosialisasi sehingga partisipasi pemilih lebih meningkat.

“Untuk tingkat kecamatan dan desa kita sudah memerintahkan kepada PPK agar melakukan sosialisasi. Tidak efektifnya karena terbentur waktu yang sangat sempit,” kilah Yayuk. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author