Published On: Sab, Agu 27th, 2016

Fraksi Gerindra Menilai Insentif Untuk GTT, PTT Dan Honorer K2 Belum Layak

TUBAN

seputartuban.com – Fraksi Gerindra DPRD Tuban menilai gaji atau insentif Rp. 500 ribu untuk Guru tidak tetap (GTT) atau Pegawai tidak tetap (PTT) dan honorer K2 tiap bulan masih belum layak. Honor atau gaji tiap bulan yang diterima mereka dinilai masih sangat kurang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Ketua Fraksi Gerindra, Tri Astuti, SH

Ketua Fraksi Gerindra, Tri Astuti, SH

Juru bicara Fraksi Gerindra, Tri Astuti, dalam rapat paripurna pandangan umum fraksi atas P-APBD 2016 DPRD Kabupaten Tuban, Kamis (26/8/2016) mengkritisi sedikitnya honor yang diterima para pengabdi pendidikan itu belum layak. “Menurut Gerindra Insentif 500 ribu yang diterima oleh GTT/PTT dan Honorer K2 sudah tidak relevan lagi dengan kebutuhan hidup saat ini,” ujarnya.

Karena sesuai Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tuban pada perubahan anggaran pendapatan belanja daerah (P-APBD) 2016 yang mengalami kenaikan sebesar 12,60 persen atau 37.840.052.322. Menurut Fraksi Gerindra sebenarnya mampu menaikkan insentif bagi guru GTT, PTT dan tenaga honorer K2.

Selain itu, insentif yang diberikan tersebut juga jauh dari UMK 2016 yang sebesar Rp. 1.756.683. Yang juga mengalami kenaikan sebesar 11,5 persen dibanding tahun 2015. “Tentunya ini juga berlaku bagi tenaga kerja yang lain,” lanjutnya.

Dibeberkan pada November 2015 kenaikan inflasi sebesar 1,75 persen dan bulan Desember 2015 yang sebesar 2,58 persen sangat mempengaruhi ekonomi daerah. “Insentif tersebut belum bisa menjawab kenaikan inflasi,” masih kata Tri Astuti.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Tuban, Noor Nahar Hussein, menyampaikan bahwa pemkab akan memperhatikan pandangan umum dari Fraksi Gerindra terkait insentif kepada GTT, PTT dan Honorer yang dinilai kurang sesuai dengan kebutuhan hidup. “Kami terima pendapatnya,” pungkas Wabup. USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author