Published On: Kam, Feb 25th, 2016

Fajar Shefa Pradana, “Malaikat Kecil” Untuk Kakek dan Adiknya

PLUMPANG

KEGIATAN HARIAN : Fajar Shefa Pradana, tiap pagi selalu masak terlebih dahulu sebelum berangkat sekolah

KEGIATAN HARIAN : Fajar Shefa Pradana, tiap pagi selalu masak terlebih dahulu sebelum berangkat sekolah

seputartuban.com – Fajar Shefa Pradana (13), pelajar kelas VII Madrasah Tsanawiyah (MTs) Islamiyah, jalan Bengawan Solo no. 01 Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban menjalani hari-harinya tidak seperti kebanyakan anak pada umumnya. Dia berperan sebagai “malaikat kecil” bagi kakek dan adiknya.

Dana, begitulah dia akrab disapa teman-temanya. Dia tinggal bersama kakeknya, Suki (76) dan adiknya yang masih kelas VI SD,  Nafa Dwi Muhammad (11). Rumah mayoritas terbuat dari bambu ukuran 5 meter X 6 meter menjadi saksi hari-harinya yang berat.

Bangunan rumah terdiri dari 3 ruang itu. 1 ruang untuk dapur, tempat tidur dan ruang keluarga. 1 ruang lagi untuk kamar mandi, sedangkan 1 ruang lainya tidak dapat digunakan karena bocor parah. Dinding yang terbuat dari anyaman bambu itu banyak berlubang hingga angin malam mudah menerobosnya.

Dana tiap pagi harus memasak terlebih dahulu sebelum berangkat sekolah. Menanak nasi maupun membuat sambal harus dilakukanya. Agar kakeknya yang sudah renta dan adiknya dapat sarapan pagi. Rutinitas masak harian selalu dilakukanya 3 kali sehari. Karena dia satu-satunya dalam rumah itu yang bisa melakukanya.

TETAP TEGAR : Fajar Shefa Pradana, bersama kakeknya sebelum berangkat sekolah

TETAP TEGAR : Fajar Shefa Pradana, bersama kakeknya sebelum berangkat sekolah

Usai sekolah, dia tidak bermain seperti anak-anak seusianya. Dana mencari rumput untuk pakan ternak kambing tetangganya. Hal itu dilakukan untuk membantu kakeknya agar mendapat upah.

“Yang masak ya cucu saya ini, wong saya ndak bisa masak nasi. Klau makan ya seadanya mie dan sambel, kadang-kadang dikasih lauk sama tetangga,” kata Suki disamping Dana, Selasa (23/2/2016).

Dana melakoni peran itu sejak 2 tahun lalu. Karena ibu mengajak kedua adiknya bekerja ke surabaya. Sedangkan ayahnya sudah berkeluarga lagi 5 tahun sebelumnya. Sementara neneknya sudah meninggal dunia saat usia Dana baru 1 tahun.

Bahan yang dimasak seadanya hasil kiriman uang dari ibunya yang bekerja itu. Namun karena jumlahnya tidak banyak, maka dia harus ekstra berhemat agar cukup makan 1 bulan. Atas kondisi itu, sering tetangganya memberikan makanan atau lauk kepadanya.

Meski dengan segala keterbatasanya, Dana nampaknya masih dapat berprestasi disekolahnya. Selain itu karena dari keluarga miskin, dia dibebaskan dari biaya sekolah. Bahkan seragam sekolah dibelikan oleh Wakil Kepsek dengan uang pribadi.

“Anak ini hebat, dia cerdas dalam bidang pelajaran khusunya Matematika dan IPA. Siswa ini selalu juara saat ujian. Bahkan sempat menjuarai olimpiade IPA Se-Karesidenan Bohjonegoro. Serta juara try out se-Kabupaten Tuban,” terang Wakil Kepala MTs Islamiyah, Romadhon (27), saat ditemui disekolah. ARIF AHMAD AKBAR

Update :

Danramil Plumpang Terpanggil Kisah “Malaikat Kecil” Kebomlati

Seputartuban.Com Berbagi Kepada “Malaikat Kecil”

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author