Published On: Jum, Mar 24th, 2017

Empat Belas Rumah Terancam Longsor

seputartuban.com, PLUMPANG – Meningkatnya debit air sungai bengawan solo dalam tiga hari terakhir, membuat bibir sungai di Dusun Kemlaten, RT 03 RW 02, Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban Rabu (22/3/2017) pagi longsor semakin parah. Hal itu menyebabkan keselamatan jiwa belasan keluarga semakin terancam.

BUTUH RELOKASI : Kondisi rumah yang sudah sangat butuh direlokasi karena tanahnya longsor

Jika tidak segera direlokasi, 14 Rumah warga yang saat ini letaknya hanya berjarak 80 Cm dengan bibir bengawan, terancam akan amblas. “Saya dibantu warga beberapa hari lalu sudah menggeser rumah hingga 3 kali. Sekarang tanah saya sudah habis dan bingung harus tinggal dimana,” terang Rustajab (42), kata salah pemilik rumah yang terancam longsor.
Pemilik rumah sederhana berukuran 6 X 4 Meter, berdinding bambu, berlantaikan tanah tersebut bingung akan memindahkan rumahnya. Karena tanah warisan orang tuanya saat ini hanya tersisa sepertiga dari luas total 80 meter persegi.

Tidak hanya itu, beberapa pemilik rumah lain yang bernasib sama denganya ialah Khoirum (28), Zuhri (87), Syai’in (37), Mas’ud (35), dan Pamuji (62). Rumah mereka saat ini kondisinya sangat menghawatirkan lantaran jarak antara rumah dengan bibir bengawan hanya berkisar 80 Cm hingga 1,8 Meter.

Selain mengancam rumah penduduk, kondisi rawan longsor  juga mengancam tempat gedung  Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Karena saat ini jaraknya dengan bibir sungai Bengawan Solo hanya sekitar 5 meter. “Kalau jumlah seluruhnya, rumah warga yang terancam longsor saat ini berjumlah 14 rumah. 8 diantaranya berada di dekat jalan lingkungan penghubung Dusun Kemlaten menuju Dusun Ngablak. Sedangkan 5 sisanya berada didekat sekolahan,” kata Akhsan, wakil Ketua RT 03 RW 02.

Menurut Akhsan, ia bersama masyarakat setempat sangat menyayangkan lambanya peran pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban. Karena longsor tersebut saat ini kondisinya sudah sangat mencemaskan.

Saat Musrenbangdes diakhir Tahun 2016 lalu, warga beserta tokoh masyarakat sudah mengajukan agar dilakukan pembuatan bronjong. Harapanya dengan bangunan itu mampu mencegah longsor saat debit air sungai bengawan solo mengalami peningkatan volume.

Menanggapi hal itu, Camat Plumpang, Sholahuddin menyampaikan dirinya sudah melaporkan ke Bupati Tuban. Agar segera dikoordinasikan dengan BBWS Bengawan Solo. “Kami sudah menyampaikan laporan kepada Bupati mengenai longsor tersebut. Kabar terakhir, Pemkab sudah membuat surat yang tembusanya disampaikan ke kami. Sejauh ini kami masih menunggu kabar dari BBWS Bengawan Solo sebagai bentuk tindak lanjutnya,” jelasnya melalui ponsel.

Camat Plumpang menyampaikan laporannya kepada Bupati Tuban saat pertemuan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Serta sudah menyampaikan secara tertulis kepada Bupati Tuban, bahkan pembangunan tanggul sangat dibutuhkan warga. “Sampai hari ini belum ada tindak lanjut, Pemkab saat ini masih mengkoordinasikan dengan BBWS Bengawan Solo karena aliran sungai itu merupakan kewenanganya,” pungkasnya. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author