Published On: Ming, Jul 10th, 2016

Dugaan Korupsi Jabung Ring Dyke Makin Melebar

TUBAN

seputartuban.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban telah menetapkan seorang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Jabung ring Dyke. Selain itu juga dimungkinkan 2 orang lainya juga sangat berpotensi ditetapkan menjadi tersangka, namun masih menunggu hasil pemeriksaan berikutnya.

ilustrasi korupsi

ilustrasi korupsi

Kasi Intel Kejari Tuban, I Made Wendra saat ditemui di ruanganya belum lama ini mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman kasus. “Kita masih menunggu hasil data tim ahli dari BPN Kanwil. Setelah itu kita baru bisa memetakan siapa yang bertanggung jawab atas perkaraa itu,” terangnya.

Menurut Made, dalam penyidikan kasus korupsi pembebasan lahan untuk proyek Jabung Ring Dyke tersebut, pihak Kejari Tuban telah menetapkan 1 tersangka dan 2 daftar nama lain sebagai Calon tersangkanya.

Mereka yang kini menjalani masa penyidikan dari perangkat Desa Simorejo dan perangkat Desa Mrutuk Kecamatan Widang. Kini mereka tengah masih menjalani pemeriksaan penyidik karena diduga telah melakukan pemalsuan data. Dan dengan sengaja merubah buku C desa tentang status kepemilikan tanah.

Dari kedua dokumen, diketahui tanah yang semula berstatus tanah negara telah dipalsukan dan beralih menjadi tanah pribadi. Kemudian diajukan kepada panitia pembebasan lahan untuk mendapat ganti rugi bersamaan dengan lahan milik petani lainya.

Kedua perangkat yang namanya masih dirahasiakan itu jika secara hukum sudah ditetapkan sebagai tersangka akan diancam pasal 2 JO pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang pemberantasan Korupsi.

“Jika mereka pejabat pemerintah maka akan dikenakan pasal 2 dengan ancaman minimal 4 tahun maksimal 20 tahun. Jika mereka warga sipil maka akan dikenakan pasal 3 dengan ancaman minimal 1 tahun maksimal 3 tahun,” imbuh made.

Masa penyelidikan kasus ini menghabiskan waktu kurang lebih selama 6 bulan. Saat ini petugas tim ahli dari BPN Kanwil Jatim masih melakukan evaluasi hasil gelar perkara yang sudah dilaksanakan Kejari Tuban.

Sedangkan kerugian negara akibat perbuatan dugaan korupsi itu ditaksir mencapai Rp. 800 juta. Dimungkinkan jumlah itu masih dapat bertambah jika sudah dilakukan penetapan tersangka dan pengauditan kembali oleh tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Berdasarkan bukti berbagai surat-surat serta dokumen.

“Konsentrasi kami saat ini masih fokus pada perkara Plumpang karena menjelang selesai, setelah kita  limpahkan ke pengadilan baru kita fokus ke perkara Jabung,” pungkasnya. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author