Published On: Jum, Agu 24th, 2012

Dua Petak Hutan Jati Terbakar, Mengganggu Pengguna Jalan

Share This
Tags

Penulis : Pito Suwarsono

PLUMPANG

seputartuban.com – Dua petak hutan jati di kawasan RPH Pakah, BKPH Plumpang, kawasan Perhutani KPH Tuban, di wilayah Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, jum’at (24/08/2012) sore terbakar. Diduga api bermula dari ulah warga yang hendak membuka lahan untuk bertani di wilayah hutan tersebut, hingga mengakibatkan hutan jati tersebut terbakar. Kebakaran hutan jati ini dirasa sangat mengganggu, pasalnya area hutan yang terbakar berada di dekat Jalur Pantura.

Dua titik api di dua petak tanaman hutan jati, yaitu di petak 75, dan petak 74, masuk wilayah Rayon Pemangku Hutan (RPH) Pakah,  Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Plumpang, Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Tuban, atau tepatnya di wilayah Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban sejak dua hari terakhir mengalami kebakaran.

Kencangnya angin di sekitar lokasi dan banyak daun jati yang kering, membuat kobaran api semakin cepat membesar dan cepat menjalar ke seluruh tumbuhan jati di lokasi tersebut. Kebakaran ini mengakibatkan batang pohon jati yang usianya sudah puluhan tahun ini hangus terbakar pada batangnya, bahkan sejumlah tanaman pohon jati yang masih muda juga turut mati terbakar.

Kejadian seperti ini, menurut petugas sering terjadi pada musim kemarau, namun kejadian ini, tidak begitu berpengaruh pada pohon jati yang sudah besar dan tua, namun mempengaruhi pada tanaman jati lainya yang baru berumur satu hingga dua tahun.

Bahkan asap yang ditimbulkan dari kebakaran ini, saat ini sudah mengganggu arus mudik di Jalur Pantura Tuban – Surabaya, pasalnya kabut asap tebal kini sudah mulai menutupi sebagian ruas Jalur Pantura.

Para pemudik yang menggunakan jalur pantura ini menyayangkan atas kejadian ini, karena kebakaran hutan terjadi tidak kali ini saja, namun berkali-kali. Sejumlah petugas dari Perhutani setempat yang berada di lokasi, terpaksa melakukan pemadaman dengan cara manual, untuk menghindari kebakaran hutan yang lebih luas.

Petugas mengaku bahwa kebakaran hutan yang terjadi kesekian kalinya ini, akibat ulah warga yang tidak bertanggung jawab, yang dengan sengaja membakar hutan untuk membuka area pertanian. “ini sering terjadi kalau musim kemarau, kami padamkan dengan cara manual,” ujar Sutiyono, Mandor Perhutani saat dikonfirmasi seputartuban.com di lokasi kebakaran hutan.

Sutiyono mengaku bahwa pihaknya belum bisa memastikan berapa luasan lahan hutan jati yang terbakar, dan saat ini pihaknya juga masih akan melakukan pemeriksaan terkait penyebab terjadinya kebakaran hutan jati ini.

Foto : Kondisi hutan yang terbakar

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Berita Terkini

Videos