Published On: Sel, Des 15th, 2015

DPRD Sebut Pol PP Mlempem Sikapi Pijat Plus-plus

TUBAN

LAYANAN EKSTRA : Polisi saat merazia tempat yang diduga dipakai pijat plus-plus

LAYANAN EKSTRA : Polisi saat merazia tempat yang diduga dipakai pijat plus-plus

seputartuban.com – DPRD Tuban anggap kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kurang maksimal. Hal itu terbukti masih adanya pekerja prostitusi yang berkedok panti pijat beroperasi diwilayah Kabupaten Tuban.

Tempat yang dipakai praktek para pekerja portitusi tersebut adalah eks tempat lokalisasi. Modus yang mereka pakai adalah mereka membuka warung atau bekerja sebagai karyawan warung tetapi nyambi tukang pijat plus-plus.

Ketua Komisi A DPRD Tuban, Agung Supriyanto mengatakan bahwa seharusnya ada tindakan tegas dari Pol PP Pemkab Tuban. Karena sudah melanggar peraturan daerah. “Panti pijat tidak diijinkan di Tuban, bila ada mereka jelas-jelas ilegal dan harus ditertibkan,” kata Agung, Senin (14/12/2015).

Senada disampaikan oleh Anggota Komisi B DPRD Tuban, Cancoko dirinya sangat menyayangkan dengan adanya kejadian seorang pasien panti pijat yang meninggal dunia usai berhubungan badan. Diduga tempat tersebut juga dipakai ajang portitusi, sebab lokasinya berada di eks lokalisasi Dasin yang berada di Desa Sigiwaras, Kecamatan Jenu.

“Kejadian ini adalah bukti nyata bahwa masih ada praktik-praktik prostitusi terselubung yang luput dari pengawasan dan penertiban Satpol PP,” jelas Cancoko.

Ia meminta agar kinerja Satpol PP ditingkatkan dan lebih profesional dalam melakukan penindakan dan penertiban. Selain itu, Satpol PP juga harus memperbaiki manajemen kerjanya supaya tepat sasaran. “Evaluasi dan perbaikan harus terus dilakukan, ini adalah momentum buat mereka untuk memperbaikinya,” tegas Cancoko.

Kepala Satpol PP Tuban, Heri Muharwanto menanggapi tudingan wakil rakyat dengan datar. Karena tempat praktek pijat dirumah warga dan tidak ada papan nama didepan rumah tersebut. Sehingga hal itu membuat kesulitan petugas mendeteksi. Sudah sering dilakukan patrol dikawasan tersebut.

“Kita kesulitan mendeteksinya, sebab mereka bersifat rumahan dan bila ada laporan dari masyarakat pasti kita tindak,” jelasnya.

Heri menambahkan pihaknya terus melakukan pemantauan dan patroli dikawasan tersebut dan menjalin kerjasama dengan masyarakat agar melaporkannya bila ada kegiatan prostitusi. Selain itu juga sudah dilakukan patroli gabungan dengan TNI dan Polri untuk melakukan pemantaun di kawasan eks prostitusi lainya yang ada di Tuban.

“Kita sudah kirimkan anggota ke lokasi kejadian, bila memang ditemukan adanya dugaan melakukan praktek prostitusi akan kita tindak tegas,” janjinya. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author