Published On: Kam, Jul 23rd, 2015

DPRD Keberatan Makam Sendangrejo Dikuasai Klenteng

TUBAN

FAHMI FIQRONI: Tapi sebenarnya kami juga agak keberatan jika pengelolaan makam sepenuhnya menjadi wewenang yayasan.

FAHMI FIQRONI: Tapi sebenarnya kami juga agak keberatan jika pengelolaan makam sepenuhnya menjadi wewenang yayasan.

seputartuban.com-Kalangan DPRD Tuban masih belum bisa mengambil sikap terkait permohonan izin pengelolaan makam Cina di Desa Sendangrejo Kecamatan Parengan yang diajukan Yayasan Sinar Bahagia Klentheng Hook Swee Bio Bojonegoro ke Pemkab Tuban.

Bahkan DPRD mengisyaratkan proses pengajuan izin tersebut bakal terkatung-katung, mengingat pihak Pemerintah Desa Sendangrejo mengklaim telah mengelola komplek pemakaman umat Hindu Budha ini sejak 1978 silam dan siap pasang badan.

Anggota Komisi A DPRD Tuban, Fahmi Fiqroni, mengatakan sampai saat ini pihaknya belum diajak membicarakan kembali terkait pengelolaan makam oleh pemkab pasca menggelar hearing 23 Januari lalu. Pertemuan sebelumnya antara Pemerintah Desa Sendangrejo, pemkab dan Yayasan Sinar Bahagia yang difasilitasi Komisi A tak membuahkan hasil.

Dia menjelaskan, dalam dua hearing tersebut pihak desa bersikukuh tak mau melepaskan komplek makam karena sudah menjadi aset desa. Apalagi, di komplek pemakaman seluas 40 hektare tersebut sudah berdiri fasilitas umum seperti sekolah, balai desa serta komplek pemakaman Islam.

“Tapi sebenarnya kami juga agak keberatan jika pengelolaan makam sepenuhnya menjadi wewenang yayasan. Karena di wilayah tersebut juga terdapat masyarakat Tuban yang tinggal. Jika pengelolaannya dikuasai lantas masyarakat setempat mau di kemanakan,” ungkap Fahmi saat ditemui di gedung DPRD Tuban, Kamis (23/07/2015) siang.

Sesuai data yang di terima Komisi A, kondisi terkini sekitar 60 persen dari komplek pemakaman selain sudah terlanjur berdiri bangunan SD, Balai Desa Sendangharjo dam makam Islam sisanya ditempati masyarakat sebagai hunian.

“Apalagi sejak tahun tahun 1978 luas makam yang sudah digunakan seluas 14 hektar sepenuhnya sudah di bawah pengelolaan pemerintah desa,” tegas Fahmi.

Sementara Kepala Desa Sendangharjo, Suranto, menegaskan pemerintah desa bersama masyarakat akan tetap mempertahankan dengan segala cara agar tidak dikelola pihak luar, termasuk Yayasan Sinar Bahagia yang kini sedang mengajukan proses pengelolaan.

“Karena ini menyangkut aset dan kepentingan masyarakat Sendangrejo sendiri. Selain itu dana pengelolaan makam tersebut dapat menambah pemasukan kas desa,” tegas Suranto ditemui terpisah. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author