Published On: Kam, Jan 21st, 2016

Dompet Soko Seminggu Hasilkan Rp. 97 Juta

SOKO

BERKEMBANG PESAT : Sutrisno saat membuat dompet di rumahnya

BERKEMBANG PESAT : Sutrisno saat membuat dompet di rumahnya

seputartuban.com –Usaha produksi dompet milik Sutrisno (36), warga Desa Kenongosari, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban kini menggiurkan. Dalam seminggu dia memiliki omset usahanya hingga Rp. 97,5 juta.

Awalnya tidak semanis hasilnya, begitulah yang disampaikan bapak 2 anak itu. Dia sebelum membuka usaha produksi dompet, bekerja sebagai karyawan produksi dompet di Kabupaten Sidoarjo selama bertahun-tahun. Berbekal ilmu dan jaringan selama dia berkerja, mulai membangun usaha sendiri dengan segala keterbatasan modal.

Tahun 1999 dia memulai babak baru kehidupanya, berbekal mesin jahit manual yang dibelinya dari toko bekas. Serta alat pres manual dia membuak usaha produksi dompet dirumahnya. “Waktu itu hanya dengan seperangkat alat produksi saja,” ungkapnya, Rabu (20/1/2016).

Warga Dusun Ambeng RT. 01 RW. 06 itu tekun menjalankan usahanya. Hingga perjalanan waktu produksi dompet yang dibukanya semakin berkembang. Kini dia memiliki 26 mesin jahit listri, 4 mesin pres untuk membuat merk dan 3 mesin penghalus kulit bahan dompet.

Selain itu dia juga sudah berperan dalam meningkatkan ekonomi tetangganya. Karena 26 ibu-ibu rumah tangga sekitar rumahnya dipekerjakan. Mereka memotong dan menjahit dompet dirumahnya masing-masing. Sedangkan untuk pengeliman, pengepresan dan pengepakan dilakukan dirumahnya. Dikerjakan bersama istri dan 2 saudarinya. “Alhamdulillah bisa bermanfaat untuk orang lain juga,” imbuhnya.

Dalam sehari ia mampu menghasilkan 120 sampai dengan 220 dompet siap jual. Namun tidak dapat dipastikan jumlah hasil produksi tiap hari. Karena para pekerja merupakan ibu rumah tangga, sebagai kerja sambilan membantu menambah pendapatan keluarga. “Karena bukan karyawan disini, mereka kerja buat dompet sebagai sambilan membantu suami,” ungkapnya.

20 varian dompet untuk laki-laki dan perempuan. Dengan harga jual grosir Rp. 45 ribu hingga Rp. 65 ribu. Perbedaan harga tergantung tingkat kesulitan dalam proses pembuatan dompet.

“Maksimal seminggu bisa sampai 1.500 dompet siap jual. Untuk pemasaranya sudah ada kontrak dengan pihak distributor dari Kabupaten Sidoarjo. Mereka yang mengambil kesini biasanya antara hari Sabtu dan Minggu,” jelasnya.

Untuk hasil penjualan dalam seminggu ia mampu memperoleh pendapatan kotor sebesar Rp. 97.500.000. Jumlah itu belum dikurangi biaya pembelian bahan-bahan produksi dan operasional serta biaya gaji para pekerja. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author