Published On: Kam, Des 12th, 2013

Ditetapkan 58 Desa Rawan Banjir Bengawan Solo

Share This
Tags

TUBAN

seputartuban.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban melakukan identifikasi daerah yang berpotensi banjir. Hasilnya menetapkan 58 desa yang tersebar di 4 kecamatan merupakan kawasan rawan banjir.

Rapat Koordinasi Banjir

SIAGA : Dinas terkait saat melakukan rapat koordinasi kesiapsiagaan banjir

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Joko Ludito saat dikomfirmasi, Kamis (12/12/2013) mengatakan, dari hasil identifikasi kita menetapkan 4 kecamatan berpotensi banjir disebabkan oleh luapan sungai Bengawan Solo. Yakni Kecamatan Soko, Kecamatan Rengel, Kecamatan Widang dan Kecamatan Plumpang, dengan total 58 desa.

“Dibutuhkan komitmen bersama antara instansi yang terkait, dan para pihak harus kooperatif. Kita sudah lakukan rapat kordinasi dengan instansi terkait. Seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, Bappemas dan pihak-pihak lainnya,” ungkapnya.

Kordinasi ini dilakukan untuk mendata kebutuhan yang harus dipersiapkan bila sewaktu-waktu terjadi banjir. Selain itu untuk melakukan tindakan pencegahan potensi jebolnya tanggil sungai Bengawan Solo. “Saat ini kita lakukan persiapan alat untuk penanggulangan bencana, kebutuhan para korban banjir. Dan tim medis bagi pengungsi yang rawan terserang penyakit,” jelas Joko.

Penetapan wilayah rawan banjir dan rapat koordinasi ini sebagai bentuk nyata Pemerintah Kabupaten Tuban dalam kesiapsiagaan banjir. Selain itu, wilayah non daerah aliran sungai (Das) Bengawan Solo juga dilakukan identifikasi yang rawan terjadi banjir bandang.

“Diharapkan daerah-daerah yang dilintasi sungai itu melakukan kerja bakti untuk membersihkan dari sampah. Serta tidak membuang sampah disungai, karena itu salah satu penyebab terjadinya banjir,” harapnya.

BPBD saat ini tengah melakukan antisipasi dan rencana kesiapan sarana prasarana yang dibutuhkan. Diantaranya peralatan untuk evakuasi korban banjir dan melakukan pelatihan Tim SAR dan relawan dari masyarakat, seperti Linmas dan para pemuda. Selain banjir, BPBD juga melakukan inventarisasi daerah yang dianggap rawan longsor dan bencana kegagalan industri yang berpotensi menjadi bencana. (lis)

Facebook Comments

About the Author