Published On: Rab, Feb 10th, 2016

Diterjang Banjir, Polsek Parengan Siaga Penuh

PARENGAN

TURUN LANGSUNG : Kapolsek Parengan, AKP Ahmad Kusrin memimpin langsung pendistribusian bantuan ke rumah Kades

TURUN LANGSUNG : Kapolsek Parengan, AKP Ahmad Kusrin memimpin langsung pendistribusian bantuan ke rumah Kades

seputartuban.com – 11 desa di Kecamatan Parengan  membuat aparat Polsek Parengan siaga penuh. Selain melaksanakan patroli, mereka juga menyiagakan seluruh personilnya 24 jam di Mapolsek, Selasa (9/2/2016) malam.

Sejak banjir mulai memasuki pemukiman warga mereka terjun langsung untuk memantau debit air maupun memberikan himbauan kepada masyarakat. “Kita berupaya menjalin komunikasi dengan para Kades dan perangkat desa atau 3 pilar di desa,” ungkap Kapolsek Parengan, Ahmad Kusrin.

Selain patroli untuk melakukan penjagaan, petugas juga turun langsung membantu distribusi bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang diberikan melalui Kades. “Warga banyak yang tidak mengungsi karena rumah mereka tinggi. Sedangkan banjir menggenangi jalanya,” imbuh Kapolsek.

Meski banjir sudah mulai mereda, personil Polsek Parengan tetap disiagakan. Karena jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dapat bergerak cepat. “Kita selalu siaga, dan jika dibutuhkan sewaktu-waktu akan koordinasi dengan Polres untuk tambahan tim,” imbuhnya.

Diketahui banjir melanda 11 desa di Kecamatan Parengan. Di Desa Sembung, banjir merendam jalan poros desa sepanjang 500 meter dengan ketinggian 50 cm. Di Desa Kumpulrejo merendam 16 rumah dan 2 hektar lahan pertanian dan jalan poros desa 200 meter.

Sedangkan di desa Cengkong merendam 80 rumah, 25 hektar sawah, 1 sekolah, dan jalan poros desa 1 KM dengan ketinggian air 80 cm. Kemudian di Desa Kemlaten, merendam 5 rumah warga, 6 hektar sawah dan jalan poros desa 500 meter dengan ketinggian air 20 cm.

Kemudian di Desa Brangkal merendam 132 rumah, 4o hektar sawag, 1 pos pembantu puskesma, 1 Pusat kesehatan hewan dan 2 SDN. Serta jalan poros desa sepanjang 2,5 km dengan ketinggian air mencapai 50 cm.

Di Desa Mergoasri, banjir merendam 56 rumah dan 10 hektar sawah serta 800 meter jalan poros desa dengan ketinggian 50 cm. Di Desa Margorejo banjir luapan sungai itu juga merendam 270 rumah dengan ketinggian 50 cm. Menyebabkan dinding rumah milik Sulini jebol karena diterjang arus sungai. Selain itu juga merendam SDN II Margorejo, 37 hektar sawah dan jalan poros desa 1 km dengan ketinggian hingga 80 cm.

Kemudian di Desa Suciharjo, 91 rumah terendam dan 2,5 hektar sawah serta sebuah Madrasah Tsanawiyah (MTs) dengan ketinggian air hingga 50 cm. Dan jalan poros desa sepanjang 500 meter dengan ketinggian 30 cm.

Banjir di Desa Selogabus merendam 50 rumah, 45 hektar sawah, bangunan SDN II Selogabus dan jalan poros desa sepanjang 1,5 km. Sedangkan di Desa Sukorejo, banjir merendam 25 rumah warga, 1 hektar sawah, 800 meter jalan poros desa. Kemudian di Desa Parangbartu, banjir merendam 51 rumah, 1 diantaranya hampir roboh dan merendam jalan desa 360 meter dengan ketinggian air hingga 70 cm. MUHAIMIN

Facebook Comments

About the Author

Videos