Published On: Rab, Des 16th, 2015

Diterjang Bandang Jembatan Poros Desa Ambrol

MONTONG

Lenyap : Badan jembatan amblas digerus arus banjir bandang. Warga membuat jembatan darurat untuk memudahkan beraktivitas melalui jembatan itu.

Lenyap : Badan jembatan amblas digerus arus banjir bandang. Warga membuat jembatan darurat untuk memudahkan beraktivitas melalui jembatan itu.

seputartuban.com – Banjir bandang yang melanda Desa Bringin, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Senin (14/12/2015) sore menyebabkan jembatan poros desa ambrol. Rusaknya jembatan penghubung antar desa antar kecamatan tersebut sangat menganggu aktivitas warga.

Peristiwa ambrolnya jembatan penghubungung Desa Bringin dengan Desa Tluwe, Kecamatan Soko itu saat banjir bandang melanda. Debit air melebihi kapasitas sungai hingga merendam badan jalan. Warga mengetahui jembatan sudah ambrol saat banjir sudah usai.

“Banjir bandang mulai melampaui jembatan pukul 14:45 WIB dan semakin bertambah tinggi. Setelah jembatan benar-benar tertutupi banjir bandang seluruhnya dan tidak terlihat pukul 15:18 WIB. Kemudian air berangsur surut dan terlihat jembatan sudah porak poranda,” ungkap Asmau (37), warga RT 02/01 desa setempat, Selasa (15/12/2015) pagi.

Sebelumnya hijan menerpa kawasan itu sejak pukul 12.00 WIB hingga pukul 14.25 WIB. Curah hujan sangat lebat serta kondisi sekeliling kawasan banyak lereng memanjang. Sehingga air berkumpul disungai setempat hingga melebihi kapasitas.

Derasnya arus air dan membawa material batu dan sejumlah potongan pohon secara perlahan mampu merobohkan bangunan jembatan. Warga sudah sering mengeluh bangunan jembatan perlu diperbaiki, namun belum mendapat tanggapan dari pemerintah.

“Sudah mengusulkan pada pemerintahan desa untuk diajukan pembangunan jembatan baru mengingat bangunan jembatan tergolong sudah tak layak,” imbuhnya.

Untuk mengurangi kesulitan akses jalan masyarakat, warga gotong royong membangun jembatan darurat. Dengan menggunakan bambu dan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.

Kepala Desa Bringin, Subandi mengatakan dia sebelumnya sudah mengajukan rehab jembatan tersebut ke Pemkab Tuban. Namun belum direalisasi pembangunanya. “Sudah mengajukan permohonan bantuan perbaikan jembatan melalui Musrenbangdes dan diteruskan kepihak kecamatan sejak dua tahun lalu. Kami juga belum tahu apakan berkas yang kami ajukan akan ditindak kapan,”  keluhnya.

Akibat bencana banjir bandang tersebut selain merusak jembatan juga memporak-porandakan 12 hektar sawah yang baru saja ditanami padi usai 16 hari. Akibat gagal tanam itu, diperkirakan petani mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Diketahui, Banjir bandang juga menyebabkan rusaknya jembatan di Desa Tingkis Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author