Published On: Kam, Nov 10th, 2016

Diterjang Bandang, Jalan Poros Desa Nyaris Putus

SEMANDING

seputartuban.com – Jalan poros penghubung Desa Jadi menuju Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, rusak berat. Setelah diterjang banjir bandang pada selasa, (8/11/2016) pukul 16.00 WIB selama 3 jam.

DIPERBAIKI : Kondisi jalan yang rusak akibat diterjang banjir bandang

DIPERBAIKI : Kondisi jalan yang rusak akibat diterjang banjir bandang

Warga Dusun Galbero RT 01 RW 1, Rabu (9/11/2016) pagi warga bergotong royong menyusun bebatuan agar jalan dapat dilalui lagi oleh kendaraan baik roda 4 maupun roda 2. Sehingg aktivitas warg tidak sangat terganggu dengan perbaikan jalan secara darurat itu.

Warga sudah meminta kepada pemerintah desa agar dibangunkan jembatan, “Seringya sungai meluap itu disebabkan volume sungai yang sempit didukung aliran sungai membentuk separuh lingkaran. Akibatnya sungai tidak dapat menampung debit air sehingga air mengalir lurus, menerjang persawahan warga dan menggerus badan jalan,” terang Rajimo (58) warga setempat.

Ia bersama beberapa warga lain terpaksa memperbaiki badan jalan dengan ala kadarnya. Hal itu dilaksanakan mengingat jalur transportasi darat tersebut merupakan akses utama bagi masyarkat dalam keseharian.

Masyarakat menyesalkan peranan pihak pemerintah desa setempat yang terkesan lamban. Karena ereka sudah mengeluhkan untuk dibangunkan jembatan, dan sudah mengajukannya saat pertemuan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) diawal tahun ini.

Namun hingga kini, permintaan masyarakat belum juga terpenuhi meski jalan poros itu sudah terhempas bersama aliran banjir selama 2 kali sepanjang tahun 2016.

Warga sudah menyepakati agar pihak desa mengupayakan untuk membangun jembatan. “Saya iklas jika sebagian sawah saya digunakan untuk membuat jembatan, asal dibangunkan tembok penahan tanah disisi kanan kiri jembatan agar tanah tidak terkikis air,” lanjut Pasari (34), dan Santrio (42) pemilik lahan persawahan disisi jalan.

Dikonfirmasi terpisah. Kepala Desa Jadi, Munir mengatakan bahwa pihaknya sudah berupaya mengajukan untuk dibangunkan jembatan pada saat Bupati Tuban, Fathul Huda meninjau lokasi. Namun pemilik lahan tidak mengizinkan jika tanah persawahannya diminta untuk bangunan jembatan.

Menurutnya, solusi untuk menangani banjirnya pihaknya sudah berencana membuat sudetan. Namun pemilik lahan tidak mengizinkan jika separuh sawahnya didirikan bangunan jembatan. “Upaya untuk mengurangi dampak banjir kami sudah menempatkan gorong gorong agar aliran air tidak lagi merusak badan jalan,” jelasnya.

Diketahui, akibat banjir bandang tersebut merusak badan jalan kurang lebih sepanjang 5 meter. Banjir juga mengakibatkan tanaman jagung usia 2 minggu milik Sudri dan Pasari rusak. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author