Published On: Sen, Okt 17th, 2016

Ditali 12 Tahun, Danirah “Tidak Tersentuh”

TAMBAKBOYO

seputartuban.com – Darinah (32), warga Desa Ngulahan, Kec. Tambakboyo, Kab. Tuban sudah 12 tahun hidup ditali kakinya. Diduga karena patah hati, jiwanya terganggu. Sehingga oleh keluarganya dibatasi ruang geraknya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

MEMILUKAN : Kondisi Darinah saat dikunjungi petugas PKH

MEMILUKAN : Kondisi Darinah saat dikunjungi petugas PKH

Jika Mei Dias Jati Irawan (7), warga Desa Ngulahan, Kec. Tambakboyo, Kab. Tuban yang dirantai menghebohkan para pejabat kabupaten hingga provinsi bahkan politisi senayan. Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf didampingi pejabat Tuban hingga mendatangi rumah anak itu untuk membantu.

Berbeda dengan Darinah, meski rumahnya berjarak sekitar 100 meter  dari rumah Mei, dia tidak mendapatkan perhatian serupa. Dia dirawat kakaknya yang berusia 35 tahun dan ibunya 50 tahun dengan pekerjaan sebagai petani. Kondisinya kaki ditali tampar, sehingga membatasi dia untuk beranjak dari tempatnya.

Keberadaan Darinah berhasil diungkap salah seorang petugas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Dwi Wahyu Ningsih saat melakukan survey lapangan. Dia menyampaikan perempuan tersebut terikat kakinya dengan seutas dadung hampir 12 tahun lebih. Kondisi tersebut semakin memprihatinkan, terlihat perempuan tersebut hanya bisa berbaring. Bahkan enggan duduk dan susah mau berinteraksi dengan orang sekitar.

Diduga perempuan itu mengalami depresi berat, sehingga keluarganya memperlakukan seperti itu. “Katanya, dia diikat karena masalah asmara hingga membuat dia depresi berat,” katanya, kemarin.

Pendamping PKH wilayah Kecamatan Tambakboyo itu juga mengaku bahwa Darinah tidak masuk dalam daftar calon penerima program PKH yang diberikan kepadanya. Namun dia berjanji akan memperjuangkan Darimah untuk bisa bantuan dari PKH. “Namanya memang tidak ada dalam daftar calon penerima manfaat PKH. Namun kita akan mengusul dan memperjuangkannya, dia termasuk kategori disabilitas berat, semestinya layak,” jelasnya.

Dia menambahkan, keluarganya juga tampak tertutup dengan orang luar. Hal demikian membuat orang orang disekitar enggan perhatian dengan nasib wanita itu. “Seakan keluarganya sengaja menyembunyikan,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinsosnaker Kabupaten Tuban, Nur Janah, mengakui masih ada sejumlah warga Tuban yang terpasung. kasus seperti ini juga tidak semuanya diketahui publik. Karena banyak dari lingkungan keluarga yang sengaja menyembunyikanya. “Kita juga perlu memberi pemahaman kepada keluarga mereka,” pungkasnya. USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author