Published On: Sen, Apr 13th, 2015

Dispenduk Capil Tuban Buka Layanan Online

TUBAN

BERJUBEL: Tidak jelas mana yang calo dan bukan saat mengantri di kanotor Dinas Kependudukan dan Penatatan Sipil Tuban, Senin (13/04/2015).

BERJUBEL: Tidak jelas mana yang calo dan bukan saat mengantri di kanotor Dinas Kependudukan dan Penatatan Sipil Tuban, Senin (13/04/2015).

seputartuban.com-Program layanan pembuatan KTP, akta kelahiran serta KK berbasis online via e-mail atau surat elektronik yang diluncurkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispenduk Capil) Kabupaten Tuban sejak awal tahun lalu, terbukti efektif memberantas praktik percaloan yang menyediakan jasa mengurus tiga kebutuhan legalitas warga tersebut.

Kepala Bidang Kependudukan Dispenduk Capil Tuban, Gunadi, mengatakan selain untuk memberantas keberadaa calo, layanan via e-mail ini sekaligus diikhtiarkan sebagai upaya memberikan kemudahan serta mendekatkan pelayanan.

“Warga yang akan mengurus KTP, akta kelahiran maupun KK cukup memasukkan data lewat email. Jika semua data yang dikirimkan sudah benar langsung kami proses. Sehari langsung jadi,” terang Gunadi saat ditemui di kantornya, Senin (13/04/2015) siang.

Hanya saja, kata dia, pemohon harus mengambil mengambil sendiri surat yang diurus langsung ke kantor Dispenduk Capil di Jalan Teuku Umar nomor 7 Tuban. Pemberitahuan kepada pemohon selain disampaikan lewat e-mail juga melalui SMS.

“Untuk itu kami sarankan bagi yang butuh segera dan cepat untuk mencantumkan nomor kontak yang bisa dihubungi,” tandas Gunadi.

Sementara untuk membatasi ruang gerak calo secara langsung, pihak Dispenduk Capil berinisiatif memberikan perbedaan waktu penyelesaian pembuatan surat yang diajukan warga.

”Kalau yang mengurus orangnya sendiri kami akan usahakan satu hari jadi selama ada pimpinan yang bertanggung jawab. Tapi kalau diwakilkan (calo-red) butuh waktu 14 hari. Hal ini untuk menghindari warga mengurus lewat calo. Karena di sini tidak ada pungutan biaya apapun,” tutur Gunadi.

Meski tidak secara spesifik menyebut, namun Gunadi menandaskan kebanyakan warga yang butuh KTP, KK serta akta kelahiran biasanya diurus perangkat desa maupun aparat kecamatan. WANTI TRI APRILIANA

Facebook Comments

About the Author