Published On: Jum, Agu 7th, 2015

Disiapkan Jadi Tuan Rumah Masih Kekurangan Atlit

TUBAN

IKON Baru: Salah seorang atlet tengah bersiap terbang bebas saat launcing lapangan paralayang di petak 70 RPH Nelunde BKPH Kerek di Desa Trantang, Rabu (05/08/2015).

IKON Baru: Salah seorang atlet tengah bersiap terbang bebas saat launcing lapangan paralayang di petak 70 RPH Nelunde BKPH Kerek di Desa Trantang, Rabu (05/08/2015).

seputartuban.com – Cabang Olahraga Paralayang di Kabupaten Tuban masih belum banyak diminati. Hal itu terbukti hingga kini hanya memiliki 5 atlit yang aktif mengikuti kegiatan latihan.

Ketua Bacang Olahraga Paralayang Tuban, Masrondi, minimnya atlit itu disebabkan karena masih belum adanya fasilitas yang memadai untuk melakukan latihan. Selain itu juga keterbatasan alat yang dimiliki, sehingga para atlit sulit untuk mengembangkan bakat yang dimilikinya.

“Belum banyak atlit itu karena kita belum memiliki tempat latihan yang memadai dan layak,” jelas Masrondi, Kamis (06/08/2015).

Diharapkan peran serta pemerintah maupun pihak ketiga ikut bersama-sama mengembangkan olahraga. Sebab dilihat dari geografisnya Tuban memiliki potensi alam yang bisa dikembangkan untuk lokasi paralayang dan sekaligus tempat wisata baik untuk wisatawan lokal maupun asing.

“Paralayang bisa berkembang harus ada dukungan dari pemerintah serta pihak-pihak yang berkompeten,” harapnya.

Saat ini para atlit paralayang melakukan latihan didaerah-daerah pegunungan yang ada di wilayah Kabupaten Tuban dengan kondisi seadanya. Selain itu, alat yang dimiliki oleh Cabor paralayang yaitu parasut hanya 1 buah, sehingga pelaksanaan latihan kurang maksimal.

Ketua KONI Tuban, Mirza Ali Mansyur berjanji pihaknya akan berupaya untuk menyediakan peralatan paralayang, sehingga para atlit bisa berlatih lebih maksimal. Sebab 2017 mendatang Kabupaten Tuban akan menjadi tuan rumah Cabor Paralayang dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim.

Atlit yang akan ditampil dalam Porprov itu harus dibina mulai sekarang. Sedangkan atlit yang ada saat ini dari usia tidak boleh menjadi peserta Porprov. Sebab persyaratan usia maksimal 21 tahun dan itu yang hingga saat ini masih menjadi kendala. “Mulai hari ini harus sudah ada atlit yang disiapkan untuk menghadapi Porprov 2017 mendatang,” kata Mirza.

Ditambahkan Mirza, Koni akan berusaha untuk menambah peralatan, sehingga bisa menghasilkan atlit-atlit yang berkualitas. Sebab dalam Porprov ditargetkan Cabor Paralayang akan memboyong medali. “Dalam Porprov nanti, Cabor Paralayang harus mendapatkan mendali, sebab Tuban sebagai tuan rumah,” pungkasnya. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author