Published On: Rab, Jul 8th, 2015

Dishub Temukan 12 Bus Tidak Berstandar Keamanan

JENU

DIPERIKSA : Petugas Dishub Tuban saat memerika emisi gas buang bus di Terminal Wisata Tuban, Selasa (07/07/2015)

DIPERIKSA : Petugas Dishub Tuban saat memerika emisi gas buang bus di Terminal Wisata Tuban, Selasa (07/07/2015)

seputartuban.com – Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Tuban, Selasa (07/07/2015) melakukan pemeriksaan kelengkapan standar kemanan bus di Terminal Wisata Kambang Putih Tuban. Hasil pemeriksaan ditemukan belasan bus tanpa disertai alat kemanan standar.

Kepala Bidang Hubungan Darat Dishub Pemkab Tuban, Suwartini mengungkapkan 12 bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) ditemukan tanpa dilengkapi alat standar keamanan. “Tidak memiliki alat pemadam kebakaran manual dan palu pemecah kaca,” ungkapnya.

Sedangkan pemeriksaan kondisi kendaraan tidak ditemukan pelanggaran. “Untuk poin lainya seperti emisi gas buang, sistim pengereman, sistim suspensi, dan sistim kemudi beserta kelistrikan seluruhnya masih layak,” imbuhnya.

Bagi armada bus yang tidak berstandar kemanan diberikan surat teguran. Agar segera melengkapi perlengkapan sesuai aturan. Sedangkan untuk bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) tetap akan diperiksa lain waktu.

Terpisah, Kepala UPT Terminal Kambang Putih Tuban, Purwandi menegaskan pihaknya akan tetap memberlakukan tarif sesuai ketentuan. Tidak ada tarif khusus saat arus mudik maupun balik.

“Untuk tarif dasar kendaraan sesuai dengan yang di sampaikan bahwa tarif AKDP saat ini tarif atas berada di Rp 181 per kilometer dan tarif bawahnya Rp 111 perkilometer. Untuk AKAP-nya tarif atas Rp 169 per kilometer dan tarif bawahnya Rp 104 per kilometer, kemudian ditambahkan Rp 60,- untuk premi kasa raharja,” tegasnya.

Jika ada penumpang yang ditarik biaya melebihi ketentuan tersebut dihimbau untuk melaporkan kepada petugas. Agar ditindak sesuai aturan yang berlaku, diantaranya hingga pencabutan izin trayek.

Sayangnya pemeriksaan ini hanya berlangsung 1 jam saja. Karena mendapat informasi akan ada pemadaman listrik dari PLN pada pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB, sehingga pemeriksaan dihentikan sebelum waktu tersebut. Karena alat pemeriksaan membutuhkan saluran listrik. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author