Published On: Kam, Apr 30th, 2015

Disdikpora Tuban “Kecam” Pemusnahan Soal UN

TUBAN

NUR KHAMID: Sebenarnya sangat disayangkan jika berkas ujian (soal UN) tersebut dimusnahkan. Karena menurut kami bekas soal ujian tersebut dapat berguana bagi siswa untuk dijadikan modal belajar.

NUR KHAMID: Sebenarnya sangat disayangkan jika berkas ujian (soal UN) tersebut dimusnahkan. Karena menurut kami bekas soal ujian tersebut dapat berguana bagi siswa untuk dijadikan modal belajar.

seputartuban.com–Menindaklanjuti keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan agar seluruh naskah soal ujian nasional (UN) dimusnahkan setelah selesai digunakan, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Tuban langsung bergerak cepat.

Seluruh pemangku lembaga pendidikan langsung diperintahkan untuk memusnahkan semua berkas soal UN usai masa ujian rampung.

Namun begitu, Disdikpora Tuban menyayangkan langkah Anies Baswedan tersebut, mengingat dokumen soal tersebut dapat menjadi referensi penting bagi siswa yang tahun depan akan mengikuti UN.

Kepala Bidang SMP, SMA/SMK Disdikpora Tuban, Nur Khamid, mengatakan naskah UN selama ini menjadi rujukan kegiatan memperbanyak latihan-latihan soal. Latihan soal tersebut diambilkan dari beragam materi. Baik contoh soal tahun lalu (UN) maupun soal yang dibuat oleh masing-masing guru mata pelajaran.

“Sebenarnya sangat disayangkan jika berkas ujian (soal UN) tersebut dimusnahkan. Karena menurut kami bekas soal ujian tersebut dapat berguana bagi siswa untuk dijadikan modal belajar,” tandas Nur Khamid, Kamis (30/04/2015) siang.

Dijelaskan, fakta empiris menunjukkan memperbanyak latihan soal dapat menjadi penentu kelulusan UN. Den0gan semakin sering siswa berlatih soal sesuai kisi-kisi UN maka akan semakin mudah pula menjawab soal pada ujian sebenarnya.

Selain  itu, sambung Nur Khamid, memperbanyak latihan soal dapat meningkatkan jembatan memori dalam otak. Semakin sering menjawab soal,  maka jembatan memori akan semakin terbentuk.

“Artinya semakin sering latihan soal UN maka memori tentang soal UN dan bagaimana menjawabnya juga  bagaimana menganalisa kesalahannya akan terbentuk,” katanya.

Menurut dia, ada tiga jenis sifat soal ujian yaitu evaluatif, sumatif dan formatif. Evaluatif umumnya menjadi salah satu varian yang diterapkan pada UN.

Meski tak sepenuhnya sepakat dengan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, namun begitu Disdikpora Tuban tetap harus tunduk.

“Pemusnahan soal UN dengan cara dibakar. Teknisnya kita serahkan kepada masing-masing sekolah dan kemudian dibuatkan berita acara,” tutur Nur Khamid sembari menyebut pihak sekolah cukup lambat melakukan pemusnahan.

Hal itu dibuktikan hingga sejauh ini belum semua sekolah mengirimkan berita acara pemusnahan kendatri UN telah rampung beberapa waktu lalu.

“Secara aturan naskah naskah UN sebenarnya sudah harus dimusnahkan setelah selesai digunakan. Namun terkadang realisasinya ternyata berbeda,” tandas dia.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, menegaskan soal UN tetap menjadi dokumen negara yang bersifat rahasia meskipun ujian telah selesai.

Dia  menegaskan soal ujian itu hanya bisa digunakan bagi orang yang memiliki otoritas. Bila yang memegang bukan otoritas akan diproses hukum. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author