Published On: Rab, Feb 3rd, 2016

Dinsosnaker Anggarkan Validasi Data JKN Rp. 150 Juta

TUBAN

Ilustrasi JKN amburadul

Ilustrasi JKN amburadul

seputartuban.com – Pemkab Tuban melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja (Dinsosnaker) menganggarkan dana sebesar Rp. 150 juta untuk kegiatan validasi dan verifikasi data JKN yang ada di Kabupaten Tuban. Kegiatan itu dilakukan 2 kali selama 2016.

Kepala Dinsosnaker Tuban, Nurjannah mengatakan anggaran yang bersumber dari APBD 2016 itu dipakai untuk kegiatan verifikasi dan validasi data penerima bantuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Sebab penerima JKN dipastikan selalu ada perubahan sesuai kondisi lapangan. Sehingga perlu dilakukan validasi supaya bantuan itu tepat sasaran dan tidak menimbulkan masalah di tingkat desa. “Banyak keluhan yang kita terima dari pemerintah desa terkait data JKN yang tidak sesuai dengan kondisi dilapangan saat ini,” kata Nurjannah, Selasa (2/2/2016) siang.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk gaji petugas verifikasi dan validasi mulai dari tingkat Kecamatan hingga tingkat desa. Untuk tingkat kesehatan Dinsosnaker sudah memiliki petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), sedangkan tingkat desa akan dilakukan koordinasi dengan pemerintah desa agar menunjuk perangkat desa sebagai petugas verifikasi dan validasi data JKN. “Di kecamatan kita sudah punya TKSK, untuk desa adalah perangkat desa,” sambungnya.

Sementara itu, untuk pelaksanaan pendataan direncanakan tahap pertama, dilaksaksanakan pada bulan Juni hingga Juli 2016.  “Validasi data akan dilakukan setiap 6 bulan sekali. Sebab kondisi ekonomi masyarakat bisa mengalami perubahan,” ujar mantan Camat Kerek itu.

Diharapkan seluruh sistem yang terlibat dalam program itu bekerja maksimal. Sehingga JKN diterima tepat sasaran. “Kita juga berharap peran serta dari pemerintah desa dalam melakukan validasi ini, sebab mereka yang tahu kondisi riil di wilayahnya,” harapnya.

Dana Rp. 150 juta jika digunakan untuk honor petugas validasi di masing-masing 1 orang di 328 desa dan keluarahan se Kabupaten Tuban, maka tiap orang mendapat bagian Rp. 457 ribu. Mereka melaksanakan validasi 2 kali dalam setahun.

Diketahui, pada 2016 penerima bantuan iuran (PBI) JKN Kabupaten Tuban sebanyak 477.950 jiwa. Dengan nilai PBI tiap orang Rp.  19.225 per-bulan selama 12 bulan. Data penerima JKN 2016 masih menimbulkan polemik.

Terbukti, disejumlah desa data penerima amburadul. Ada yang penerima sudah meninggal dunia, serta warga yang masuk kategori kaya juga mendapatkanya. Sebaliknya masiha ada warga miskin yang tidak mendapatkanya. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author