Published On: Rab, Apr 8th, 2015

Dinkes Tuban Siap Atasi Anomali Penyakit Banjir

TUBAN

SYAIFUL HADI: Ini adalah pola penyakit tahunan. Anomali cuaca yang saat ini tidak normal juga berpengaruh erat terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah yang terkena banjir.

SYAIFUL HADI: Ini adalah pola penyakit tahunan. Anomali cuaca yang saat ini tidak normal juga berpengaruh erat terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah yang terkena banjir.

seputartuban.com-Pola penyakit tahunan yang menyerang warga seiring datangnya banjir seperti sekarang ini, telah diantisipasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban dengan menyiapkan stok obat-obatan serta sumber daya paramedis.

Kepala Dinkes Tuban, Syaiful Hadi, mengatakan penyakit yang menyerang masyarakat saat banjir adalah penyakit tahunan yang sudah dapat diprediksikan dan diantisipasi dampaknya.

“Ini adalah pola penyakit tahunan. Anomali cuaca yang saat ini tidak normal juga berpengaruh erat terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah yang terkena banjir,” kata Syaiful saat ditemui seputartuban.com di ruangannya, Rabu (08/04/2015) siang.

Dia menjelaskan, musim hujan yang seharusnya berakhir di bulan Maret tampaknya tak hanya mengirimkan banjir saja. Tapi juga bibit penyakit baru bagi masyarakat yang tergenang air dari banjir.

”Banjir ini kan kiriman. Ditambah lagi dengan curah hujan yang seharusnya sudah berakhir. Namun sampai sekarang masih turun hujan, abnormali cuaca inilah yang berpengaruh juga bagi kesehatan masyarakat yang terdampak banjir. Kebanyakan dari mereka mengeluhkan linu-linu, batuk pilek, diare dan gatal-gatal,” ungkap mantan dokter teladan Jawa Timur era 1990-an ini.

Menurut Syaiful, jauh bulan sebelum adanya banjir empat pukesmas yang berada di Kecamatan Soko, Rengel, Plumpang dan Kecamatgan Widang yang saat ini tergenang banjir sudah didistribusikan obat-obatan.

“Pukesmas yang saat ini wilayahnya tergenang banjir sudah kami antisipasi dulu dengan memberikan kelengkapan obat yang nantinya juga akan sampai ke polindes agar tidak terlambat,” papar Syaiful.

Terkait antisipasi paska banjir, dia mengimbuhkan nantinya Dinkes Tuban beserta jaringannya di pukesmas dan polindes akan terfokus pada pemberian kaporit kepada masyarakat untuk kesediaan air bersih.

”Pasca banjir itu yang justeru membahayakan karena kesediaan air bersih terbatas. Air sumur banyak mengandung kuman. Kita akan upayakan pemberian kaporit untuk menjernihkan air agar tetap tersediannya air bersih bagi masyarakat.” kata Syaiful. WANTI TRI APRILIANA

Facebook Comments

About the Author